Rabu, 26 Februari 2025 10:38

UJUNG PENA: Nasihat Bagi Gubernur, Wali Kota dan Bupati yang Akan Bertugas

Aswar Hasan
Aswar Hasan

Ketidakadilan dalam kepemimpinan hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan dan perpecahan dalam masyarakat.

Oleh Aswar Hasan

Kepemimpinan Kepalah Daerah adalah amanah besar yang membawa tanggung jawab terhadap rakyat, dunia dan akhirat kelak dimana kesemuanya juga akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Seorang pemimpin tidak hanya berperan sebagai penguasa, tetapi juga sebagai pelayan yang harus mengutamakan kesejahteraan masyarakatnya.

Dalam Islam, konsep kepemimpinan tidak terlepas dari nilai-nilai moral dan etika yang tinggi.

Baca Juga

Imam Nawawi menjelaskan bahwa nasihat kepada pemimpin mencakup membantu mereka dalam menjalankan kebenaran dan mentaatinya dalam kebaikan, serta mengingatkan dengan lemah lembut jika mereka melakukan kesalahan.

Oleh karena itu, bagi seorang pemimpin yang baru memulai tugasnya, ada 5 (lima) prinsip penting yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin, yaitu;

1. Berpegang Teguh pada Kebenaran dan Keadilan. Seorang pemimpin harus selalu menegakkan kebenaran dalam setiap langkah kebijakan yang diambilnya. Kebenaran kebijakan tersebut harus didasarkan pada nilai-nilai keadilan yang melindungi seluruh rakyat tanpa membeda-bedakan. Sebab sejarah mencatat bahwa pemimpin yang adil akan dicintai oleh rakyatnya dan dikenang sepanjang masa.

Sebaliknya, pemimpin yang lalim dalam keadilan akan menghadapi konsekuensi buruk, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh sebab itu, keputusan-keputusan yang diambil harus selalu berpihak pada kepentingan bersama, bukan hanya untuk kelompoknya (tim suksenya) atau individu tertentu.

2. Menaati Kebaikan dan Menjauhi Keburukan. Sebagai pemimpin, penting untuk memastikan bahwa semua kebijakan yang diambil memiliki tujuan yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat tanpa kecuali. Menaati kebaikan berarti selalu mendukung kebijakan yang pro-rakyat, seperti peningkatan kesejahteraan, pemerataan pendidikan, dan perlindungan hak-hak masyarakat.

Sebaliknya, pemimpin harus menjauhi segala bentuk kebijakan yang hanya menguntungkan segelintir orang atau yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan hukum, karena membalas jasa orang yang berjasa pada saat Pilkada.

3. Terbuka terhadap saran, kritik dan nasihat. Seorang pemimpin yang bijaksana tidak boleh menutup diri dari kritik dan nasihat. Imam Nawawi menekankan bahwa mengingatkan pemimpin dengan cara yang baik adalah bagian dari tanggung jawab rakyat. Oleh karena itu, pemimpin harus bersikap terbuka dan tidak arogan dalam menerima masukan. Kritik yang membangun.

Bahkan, kritik itu seharusnya dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kualitas kepemimpinan.

4. Menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat. Keadilan adalah pilar utama dalam pemerintahan yang baik. Olehnya itu, setiap pemimpin harus memastikan bahwa setiap individu dalam kemimpinannya mendapatkan haknya tanpa diskriminasi.

Hal ini mencakup perlakuan yang adil dalam hukum, distribusi ekonomi yang merata, serta kesempatan yang sama bagi seluruh rakyatnya. Ketidakadilan dalam kepemimpinan hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan dan perpecahan dalam masyarakat.

5. Menciptakan stabilitas dan keharmonisan. Salah satu tugas utama seorang pemimpin adalah menjaga stabilitas negara.

Hal ini dapat dicapai dengan memastikan keamanan, kesejahteraan ekonomi, dan hubungan yang harmonis antarwarga. Imam Nawawi juga menegaskan bahwa dalam menasihati pemimpin, rakyat tidak boleh memberontak atau menciptakan kekacauan, melainkan harus berusaha menjaga kedamaian dengan cara yang baik.

Dengan kata lain kritik atau protest boleh- boleh saja sepanjang dalam koridor hukum.

Jadi, kepemimpinan itu, bukan sekadar posisi atau kekuasaan, tetapi sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Seorang pemimpin yang baru memulai tugasnya harus selalu berpegang pada prinsip kebenaran, keadilan, keterbukaan terhadap kritik, serta berupaya menciptakan stabilitas bagi rakyatnya.

Dengan mengikuti nasihat yang telah disampaikan oleh para ulama, seorang pemimpin dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan meninggalkan warisan kepemimpinan yang bermakna bagi generasi mendatang. Wallahu a'lam bisawwabe.

Editor : Muh. Syakir
#Aswar Hasan #Ujung pena
Berikan Komentar Anda