Delpi Lega, Program JKN Menjadi Penyelamat Keluarga di Saat Darurat
Delpi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah menjalankan Program JKN dengan baik.
TORUT, PEDOMANMEDIA Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi penopang utama dalam memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Di tengah kebutuhan akan layanan medis yang semakin meningkat, kehadiran Program JKN semakin dirasakan manfaatnya, terutama bagi masyarakat dengan perekonomian yang terbatas.
Salah satu peserta JKN yang merasakan manfaatnya ialah Delpi Tampang (31), seorang ibu rumah tangga asal Lembang Roroan Bara-Bara, Kecamatan Buntu Pepasan, Kabupaten Toraja Utara, yang tengah menemani buah hati tercintanya, Glen (7), yang saat ini terbaring lemah di rumah sakit setelah dinyatakan oleh dokter mengalami tifus.
Delpi menjelaskan bahwa sebelum dibawa ke rumah sakit, Glen sempat mengalami demam tinggi selama beberapa hari, disertai dengan muntah dan diare. Bahkan, sempat terjadi kejang yang membuat kondisinya semakin memburuk.
“Beberapa hari ini kondisi Glen terus melemah, badannya panas bahkan sempat kejang-kejang. Pagi tadi sebelum saya bawa ke rumah sakit, dia sudah muntah dan diare beberapa kali. Saya langsung bawa Glen ke Rumah Sakit Elim Rantepao untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.
Berbekal JKN, ia merasa sangat terbantu karena proses pelayanan di rumah sakit berjalan lancar tanpa harus dipusingkan dengan masalah biaya. Delpi mengatakan bahwa sejak tiba di Unit Gawat Darurat (UGD), anaknya langsung mendapatkan penanganan medis tanpa ada kendala sama sekali.
“Puji tuhan, semuanya dimudahkan. Begitu tiba di UGD, Glen langsung diperiksa oleh dokter. Dari pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan bahwa Glen positif terkena tifus. Karena kondisinya cukup lemah, dokter langsung merekomendasikan untuk rawat inap agar bisa mendapatkan perawatan intensif,” ungkap Delpi.
Keputusan cepat Delpi membawa Glen ke UGD sangat membantu dalam mempercepat penanganan medis. Ia juga bersyukur karena semua proses administrasi di rumah sakit berjalan dengan cepat dan tanpa hambatan.
“Sekarang semua terasa lebih cepat dan mudah. Seperti waktu di loket administrasi kemarin, saya hanya menunjukkan kartu identitas dan langsung diproses. Tak lama setelah itu, Glen langsung dibawa ke ruang perawatan,” terangnya.
Wanita yang terdaftar sebagai peserta pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) ini mengungkapkan rasa puasnya terhadap pelayanan yang diberikan. Ia merasa tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien dari peserta JKN dan pasien umum.
Ia juga menambahkan bahwa dokter dan perawat selalu rutin memantau kondisi Glen dan memberikan penanganan dengan cepat dan telaten, ia merasa dihargai dan diperlakukan sama seperti pasien lainnya.
“Selama di sini, saya tidak merasakan perbedaan perlakuan antara pasien yang berobat pakai BPJS Kesehatan dengan pasien umum seperti yang dikatakan oleh orang-orang, semuanya dilayani dengan baik. Saya merasa puas dengan layanan yang diberikan. Perawat dan dokternya juga sangat perhatian, setiap hari mereka datang memeriksa kondisi Glen, memberi obat, dan memastikan kebutuhan medis anak saya terpenuhi. Ini benar-benar membuat saya merasa tenang karena anak saya ditangani dengan baik,” tambahnya.
Yang membuat Delpi lebih bersyukur lagi, seluruh biaya pengobatan Glen ditanggung penuh oleh Program JKN. Tidak ada biaya tambahan ataupun pembelian obat di luar tanggungan.
“Selama dirawat, kami tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Semua sudah dijamin dan ini sangat membantu sekali, apalagi dalam kondisi darurat seperti ini,” ungkap Delpi.
Menutup perbincangan, Delpi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah menjalankan Program JKN dengan baik. Ia merasa lebih tenang karena keluarganya terlindungi jaminan kesehatan.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, berkat kepesertaan aktif JKN, keluarga saya terlindungi oleh jaminan kesehatan. Dan di saat darurat seperti ini saya bisa tenang dan fokus merawat anak tanpa perlu pusing dengan masalah biaya,” ujar Delpi.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
