Senin, 15 Februari 2021 21:20

Kisruh "Pegawai Titipan" di PDAM, Giliran Ketua DPRD Torut Tantang Markus

Ketua DPRD Torut Nober Rante Siama
Ketua DPRD Torut Nober Rante Siama

Ketua DPRD Torut mengaku pernah mengusulkan orang untuk masuk ke PDAM namun ditolak. sejak itu ia tak pernah lagi berkomunikasi dengan Markus Lempang.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Ketua DPRD Toraja Utara Nober Rante Siama menantang Direktur PDAM Markus Lempang menyebutkan nama anggota Dewan yang punya 'pegawai titipan' di PDAM. Menurutnya, Markus harus menyebut nama agar isu ini tidak berbau spekulatif.

"Untuk mengetahui pasti siapa yang nitip, Pak Direktur bilang siapa namanya. Karena namanya Dewan kan kita dibawa ada 30 orang. Nah siapa namanya ini orang yang nitip-nitip nama itu. Dan apa memang nama itu diakomodir atau tidak," ujarnya, Senin (15/2/2021).

Nober mengungkapkan, waktu pelantikan kemarin sebagai ketua DPRD, ia pernah dijanji jika ada orang yang pas untuk kebutuhan akan diluluskan. Ia bahkan mengakui pernah mengusulkan orang namun ditolak.

Baca Juga

"Saya tidak ada itu. Jujur, saya pernah mengusulkan nama perempuan untuk masuk tapi tidak diterima. Karena katanya tidak membutuhkan perempuan," ungkapnya.

Nober mengatakan, sejak orang yang diusulkan tidak diterima, ia tidak pernah lagi berurusan dengan Markus Lempang.

Sebelumnya Direktur PDAM Toraja Utara Markus Lempang menyebut, pegawai PDAM dominan adalah titipan para pejabat. Pegawai rata-rata kata dia, titipan bupati, wabup dan Dewan. Bahkan Markus sendiri mengakui punya keluarga yang ia masukkan di PDAM.

"Memang rata-rata titipan. Keluarganya bupati, wakil bupati, dewan. Den duka aku batang keluargaku (ada juga keluarga saya) yang sesuai dengan kebutuhan. Saya tidak bisa menghindar dari situ," ujar Markus.

Beberapa hari yang lalu, Bupati dan Wakil Bupati Torut sudah membantah Markus. Keduanya menyebutkan tidak memiliki pegawai titipan di PDAM.

Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang menyayangkan pernyataan Direktur PDAM, Markus Lempang yang ikut mencatut namanya terkait masuknya pegawai titipan di PDAM. Ia menegaskan tak pernah menitipkan orang di perusahaan daerah itu sejak menjabat wabup.

Rinto meminta Markus segera mengklarifikasi kembali mengenai hal tersebut. Ia mengaku keberatan dengan pencatutan itu.

"Saya tegaskan kepada Dirut PDAM agar segera melakukan klarifikasi mengenai pegawai titipan ini," tegasnya.

Sementara Bupati Kalatiku Paembonan lebih dulu mengklarifikasi pernyataan Markus. Kalatiku membantah statemen Markus dan menyebut ia tak pernah mengintervensi sejauh itu.

"Janganlah. Saya tidak ada titipan di sana, bagaimana," ungkapnya, Kamis (11/2/2021).

Kalatiku menjelaskan ia hanya memberikan rekomendasi kepada masyarakat yang mendaftar untuk dipertimbangkan di OPD terkait. Kalatiku menyebutkan tidak hanya ke PDAM, semua rakyat yang ingin bekerja, itu hanya diteruskan ke dinas yang bersangkutan.

"Sampai batas itu saja, tidak berarti bahwa itu orang saya. Jadi saya cuma meneruskan itu. Disposisinya pasti untuk dipertimbangkan. Kalau memang masih ada kosong, silakan. Kalau tidak ada, jangan," terangnya.

Penulis : Susanna Rulianti
Editor : Muh. Syakir
#Direktur PDAM Torut #PDAM Torut #Ketua DPRD Torut #Pegawai Titipan
Berikan Komentar Anda