TORUT, PEDOMANMEDIA - Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong meresmikan jembatan penghubung antarkecamatan di Toraja Utara, Senin (26/1/2026). Proyek ini menelan anggaran Rp12,3 miliar, sekaligus menjadi jembatan termahal di Torut.
Menurut kalender proyek, kontraknya hingga akhir 2025. Proyek ini pun sempat menuai kontroversi karena proyek tersebut ada yang menilai tidak maksimal alias kependekan.
Sehingga dikhawatirkan jembatan tersebut berpotensi menimbulkan masalah di masa depan.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong sebelumnya mengaku siap memberikan statemen terkait proyek tersebut. Namun hingga berita diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Frederik
"Sebentar ya. 15 menit kemudian. Saya masih di tempat kedukaan," kata Frederik saat dihubungi PEDOMANMEDIA.
Diketahui, jembatan ini menghubungkan beberapa kecamatan. Termasuk antara Kecamatan Sesean - Pangli, dan jalan menuju objek wisata Museum Ne' Gandeng. Panjang jembatan tersebut 50 meter dan lebar 7 meter termasuk trotoar.
BERITA TERKAIT
-
IMB-Amdal Lalin Bermasalah, Pemkab Torut Segel Sejahtera Mart
-
Frederik Boyong Istri dan FKUB Torut Jalan-jalan ke Pontianak, Aktivis: Hanya Hambur Uang!
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Pengacara: Pidanakan Irma, Sikap Bupati Dedy tak Cerminkan Negarawan