Minggu, 22 Februari 2026 13:26

TOP SEPEKAN: Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan, 2 Pentolan KKB Pembunuh Polisi Ditangkap

Mobil yang dikendarai istri anggota DPRD Sulsel mengalami kecelakaan di jalan tol Makassar.
Mobil yang dikendarai istri anggota DPRD Sulsel mengalami kecelakaan di jalan tol Makassar.

Dia juga memastikan bahwa proses hukum terhadap para tersangka akan dilakukan secara profesional dan transparan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Istri anggota DPRD Sulawesi Selatan Capt Hariadi, Wardhana Mamung tewas dalam kecelakaan tunggal di jalan tol Makassar, kilometer 7+200, Sabtu (21/2) sekitar pukul 13.53 Wita. Korban tewas usai mobil Toyota Raize yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan.

Kabar ini menjadi berita terfavorit dalam TOP SEPEKAN PEDOMANMEDIA. Disusul kabar penangkapan dua pentolan KKB Papua yang menembak mati polisi ditangkap Satgas Damai Cartenz.

Kami mengulasnya kembali dalam TOP SEPEKAN.

Baca Juga

Kecelakaan yang menewaskan istri anggota DPRD Sulsel terjadi di Tol Makassar.

"Iya benar, Hj Warda (istri Capt Hariadi), barusan saya dapat informasi langsung dari Kapolrestabes. Turut berduka, semoga keluarga diberi keikhlasan dan ketabahan," ujar Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Sabtu (21/2/2026).

Diketahui, kecelakaan lalu lintas ini terjadi di kilometer 7+200 Jalan Tol Seksi 4, Sabtu (21/2) sekitar pukul 13.53 Wita. Peristiwa ini merupakan kecelakaan tunggal dari mobil Raize berwarna putih yang mengarah ke arah bandara.

"Benar terjadi kecelakaan di jalan tol seksi empat arah bandara km 7+200. Laporan diterima sentral komunikasi Jalan Tol Makassar pukul 13.53 wita. Info yang kami terima drivernya meninggal dunia," ujar Corporate Communication PT Makassar Metro Network-PT Jalan Tol Seksi Empat, Achmad Syauki.

Dari video beredar tampak mobil Raize dengan nomor polisi DD 1305 WA berwarna putih rusak parah menabrak pagar tol. Mobil mengalami ringsek di bagian depan hingga samping dengan kaca depan pecah.

Petugas PJR Tol Makassar bersama pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak di dalam mobil. Sementara di video lainnya tampak satu kantong jenazah yang berisi jasad korban.

Diburu Sejak 2022

Yahukim Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Homi Heluka dan Simak Kipka di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Homi Heluka terlibat kejahatan sejak 2022 dan membunuh seorang anggota Polri.

Sementara Simak Kipka diburu setelah kasus pembakaran mobil kepala desa (kades). Ancaman gerakan separatis KKB meningkat dalam tiga bulan terakhir.

"Tim gabungan berhasil meringkus dua daftar pencarian orang yang dinilai memiliki peran penting dalam sejumlah aksi kekerasan di Yahukimo, yakni Homi Heluka dan Simak Kipka," kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Kedua anggota KKB itu ditangkap di wilayah Yahukimo pada Jumat (20/2). Faisal mengatakan sebanyak 12 anggota KKB telah diamankan periode November 2025 hingga Februari 2026.

"Sejak November 2025 hingga Februari 2026, Satgas Damai Cartenz telah mengamankan 12 tersangka," ungkapnya.

Lebih lanjut, Faisal mengatakan Homi Heluka terlibat sejumlah aksi kejahatan di wilayah Yahukimo. Mulai dari penembakan anggota Polri di Logpon pada 2022 silam.

"Homi Heluka diketahui memiliki rekam jejak keterlibatan dalam sejumlah tindak pidana, antara lain penembakan anggota Polri di Jalan arah Logpon pada 2022 yang menyebabkan korban meninggal dunia," bebernya.

"Pembakaran mobil Sat Binmas di Jalan Paradiso pada 28 Januari 2025, keterlibatan dalam pembunuhan warga pendulang emas pada April 2025," lanjutnya.

Selain itu, Homi Heluka juga terlibat penembakan anggota TNI pada 2025. Kemudian penganiayaan berat serta penembakan terhadap warga sipil pada 2026.

"Penembakan anggota Kodim Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025, serta penganiayaan berat terhadap warga sipil dan penembakan terhadap warga bernama Suwono pada 12 Februari 2026," jelasnya.

Sementara Simak Kipka ditangkap terkait dugaan keterlibatannya dalam aksi pembakaran mobil Mitsubishi Triton milik Kepala Desa Almadi pada 18 Februari 2026 di sekitar Kantor DPRD Yahukimo.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, menegaskan penangkapan ini merupakan hasil kerja terkoordinasi di lapangan serta bagian dari strategi penegakan hukum yang berkelanjutan.

"Langkah yang kami lakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif. Penindakan terhadap DPO prioritas ini merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai kekerasan dan mempersempit ruang gerak jaringan yang masih aktif," ujarnya.

Dia juga memastikan bahwa proses hukum terhadap para tersangka akan dilakukan secara profesional dan transparan. Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan intensif

"Kami pastikan seluruh tahapan penyidikan berjalan sesuai prosedur. Penegakan hukum ini semata-mata untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjaga stabilitas wilayah," tegasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Top Sepekan #KKB Papua
Berikan Komentar Anda