Minggu, 10 Mei 2026 16:56

TOP SEPEKAN: 9 Kapolda Diganti; Tambang Ilegal Beroperasi Lagi di Ba’lele Torut

TOP SEPEKAN: 9 Kapolda Diganti; Tambang Ilegal Beroperasi Lagi di Ba’lele Torut

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Endi Sutendi dimutasi dan digantikan oleh Wakapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Brigjen Nasri.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Gerbong mutasi di tubuh Polri bergerak lagi. Sebanyak 9 kapolda diganti.

Kabar ini menempati rating berita terfavorit pekan ini. Disusul soal tambang ilegal yang beroperasi lagi di Toraka Utara.

Kami mengulasnya kembali dalam TOP SEPEKAN.

Baca Juga

Mutasi Polri tertuang dalam surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polri yang diteken langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 7 Mei 2026.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan organisasi di tubuh Polri.

"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis," kata Johnny, dalam keterangan tertulis.

Berikut daftar 9 Kapolda yang diganti:

1. Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Gatot Tri Suryantana dimutasi dan digantikan oleh Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Djati Wiyoto.

2. Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Djati Wiyoto dimutasi dan diganti oleh Karowabprof Divisi Propam Polri Brigjen Agus Wijayanto.

3. Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Rudi Setiawan dimutasi dan digantikan oleh Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pipit.

4. Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pipit digantikan oleh Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar.

5. Kapolda Maluku Utara (Malut) Irjen Waris Agono digantikan oleh Danpas Brimob II Korps Brimob Polri Brigjen Arif Budiman.

6. Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Edy Murbowo diganti oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Kalingga Rendra Raharja.

7. Kapolda Bengkulu Irjen Mardiyono dimutasi dan diganti oleh Karorenmin Bareskrim Polri Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid.

8. Kapolda Sulawesi Utara (Sultra) Irjen Didik Agung Widjanarko dimutasi dan diganti oleh Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji.

9. Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Endi Sutendi dimutasi dan digantikan oleh Wakapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Brigjen Nasri.

Warga: Polisi Lakukan Pembiaran

Sempat vakum, aktivitas tambang galian C ilegal di Toraja Utara kembali beroperasi beberapa bulan terakhir. Warga menyesalkan aparat yang melakukan pembiaran.

Salah satunya yang paling disoroti yakni tambang ilegal di wilayah Ba’lele, Kelurahan Laang Tanduk, Kecamatan Rantepao. Lokasi ini sempat disetop, namun belakangan kembali aktif.

Terpantau Sabtu (9/5/2026), ada 3 titik tambang ilegal beroperasi di Ba’lele. Masing-masing titik ada dua alat berat jenis ekskavator yang mengeruk material.

Salah satu warga setempat, TN, mengaku tersiksa akibat debu dari truk pengangkut material gunung yang lalu lalang.

"Debunya kami minta ampun setiap mobil truk melintas. Puluhan truk sudah melintas. Itu untuk hari ini saja," kata TN, Sabtu (9/5).

Diduga Ada Bekingan, Polres Diminta Tegas

Kembalinya tambang ilegal ini memunculkan dugaan ada ‘bekingan’ oknum. Pasalnya, lokasi Ba’lele hanya 3 km dari Mapolres Toraja Utara. Tapi alat berat leluasa beroperasi sejak pagi.

Tambang galian C tanpa izin melanggar Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba. Ancamannya 5 tahun penjara dan denda Rp100 miliar.

Warga pun mendesak Polres Torut tidak tebang pilih.

“Saya minta Kapolres Toraja Utara jangan tebang pilih dalam menertibkan tambang ilegal galian C. Jangan sampai ada kesan APH jadi ‘bemper’,” tegas Yohan, seorang warga lainnya.

Dikonfirmasi, Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono mengaku akan menurunkan anggota untuk mengecek.

"Terima kasih infonya. Akan saya perintahkan Kasat Reskrim turun cek ke lokasi. Jika terbukti ilegal, akan kami tindak sesuai aturan," kata Kapolres via pesan WhatsApp, Sabtu (9/5) malam.

Hingga berita ini diturunkan, alat berat masih terpantau beroperasi di Ba’lele. Warga berharap tambang tambang ini ditutup permanen, bukan sekadar ‘tiarap’ sementara.

Editor : Muh. Syakir
#Top Sepekan
Berikan Komentar Anda