Banjir Rendam Jalan Poros Moncongloe Maros-BTP, Arus Lalu Lintas Lumpuh
Jalan Poros Moncongloe-BTP tertutup banjir maka jalur alternatif lewat kampus PNUP. Namun hingga siang ini, jalur tersebut belum dibuka.
MAROS, PEDOMANMEDIA - Jalan Poros Moncongloe, Kabupaten Maros, menuju Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota Makassar, terputus imbas banjir. Jalur alternatif lewat kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) belum dibuka hingga siang ini.
Banjir di Jalan Poros Moncongloe Maros-BTP Makassar, terjadi sejak pagi tadi. Banjir mulai dari depan Perumahan Royal Sentraland hingga jembatan sebelum pasar Sentral BTP.
Sejumlah pengendara motor terpaksa menerobos banjir. Akibatnya motornya mogok, meski ada juga yang berhasil melewati banjir tanpa kendala.
Jika Jalan Poros Moncongloe-BTP tertutup banjir maka jalur alternatif lewat kampus PNUP. Namun hingga siang ini, jalur tersebut belum dibuka.
Banjir juga merendam BTN Kodam III Makassar, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat sekitar 100 warga terpaksa mengungsi. Banjir yang merendam permukiman itu dilaporkan ada yang mencapai leher orang dewasa.
Pantauan di lokasi, Rabu (25/2/2026) pukul 13.00 Wita, tampak sejumlah petugas dari unit Rescue dan SAR kota Makassar datang ke lokasi. Personel datang membantu evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.
Sejumlah warga yang rumahnya terendam terlihat mulai mengungsikan barang-barang mereka ke tempat yang lebih aman. Mereka terlihat membawa tas hingga koper meninggalkan BTN Kodam III.
"Banjirnya mulai dari kemarin, tetapi untuk ketinggian hingga tadi pagi tidak setinggi ini dan hingga siang ini kapasitas air ini semakin meningkat. Bagian dalam itu hingga leher orang dewasa," kata Komandan Tim SAR Kota Makassar Febrianto di lokasi.
Febrianto mengaku pemerintah desa telah bekerjasama untuk melakukan evakuasi warga ke tempat pengungsian sejak Selasa (25/2). Dia mengaku sudah ada ratusan warga dari BTN Kodam III yang mengungsi.
"Dari kemarin, tim SAR gabungan sudah melaksanakan evakuasi. Utamanya (warga) yang bagian dalam, kami sudah evakuasi ada lebih dari 100 jiwa," bebernya.
Dia mengatakan, masyarakat BTN Kodam III disiapkan lokasi pengungsian oleh pemerintah kecamatan dan kelurahan. Lokasi tersebut berjarak satu kilometer dari lokasi banjir.
"Pemerintah desa juga sudah menyiapkan tempat pengungsian untuk masyarakat Kodam III. Tempat pengungsian jaraknya kurang lebih satu kilometer dari Kodam III, ada tiga titik (yaitu) satu masjid, dua sekolah yang jaraknya berdekatan," jelasnya
Sementara itu, beberapa warga BTN Kodam III masih tampak melakukan aktivitas di rumahnya. Febrianto menyebut masih ada beberapa warga yang enggan meninggalkan rumah meski terendam banjir.
"Mereka juga tidak mau tinggalkan rumah karena takut mungkin harta bendanya hilang. Kami sudah koordinasi dengan masyarakat Kodam III untuk segera mengungsi karena curah hujan juga tidak kunjung berhenti," tuturnya.
Febrianto mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi di sekitar BTN Kodam III hingga kondisi kembali normal. Tim SAR berkomitmen membantu masyarakat yang terdampak banjir dengan cepat dan terukur.
"Maka dari itu kami masih tetap standby di sini untuk antisipasi," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 545 warga di Makassar mengungsi akibat banjir. Mereka dievakuasi di enam titik lokasi pengungsian baik masjid maupun sekolah yang tersebar di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya.
"Jumlah titik pengungsian 6 lokasi. Total 169 KK, 545 jiwa," ungkap Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar dalam keterangannya, Rabu (25/2).
