Kamis, 08 Oktober 2020 14:08

Editorial

Siapa Aktor Unjuk Rasa Omnibus Law?

Ilustrasi
Ilustrasi

Pemerintah bisa menempuh proses hukum. Daripada informasi itu dilempar liar ke publik. Ujungnya juga pemerintah akan menerima sorotan balik. Justru dianggap menebar hoax nanti.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah terang-terangan menuding ada aktor di belakang gelombang unjuk rasa menentang UU Omnibus Law. Aktor ini pemain lama. Punya duit. Dad memiliki agenda besar. Benarkah?

Sayangnya tudingan ini masih sumir. Tak ada identitas yang disebutkan. Pemerintah hanya menyebut karakter pergerakannya.

Soal apa agenda besarnya juga tidak jelas. Sehinggga orang hanya bisa menduga duga. Spekulasi bisa ditujukan kepada siapa saja. Lalu siapa?

Baca Juga

Pemerintah tak menyebut identitas sebenarnya lebih berbahaya. Sebab publik dibiarkan berspekulasi. Ini bisa menyebar fitnah.

Seharusnya identitas aktor dibuka. Pentingnya agar, pertama, publik tak berspekulasi liar. Kedua, intelijen pemerintah juga bisa diuji di sini. Di mana letak kebenaran informasinya.

Kalau benar bisa dibuktikan dia aktornya. Masalahnya akan menjadi lebih sederhana.

Pemerintah bisa menempuh proses hukum. Daripada informasi itu dilempar liar ke publik. Ujungnya juga pemerintah akan menerima sorotan balik. Justru dianggap menebar hoax nanti.

Seperti yang dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menuding gelombang unjuk rasa menentang UU Omnibus Law adalah aksi bayaran. Ia menyebut ada aktor di belakang masifnya penolakan di tanah air.

Airlangga mengatakan aktor intelektual

di belakang aksi itu adalah orang orang yang punya ego sektoral. Mereka tidak memikirkan kepentingan masyarakat yang turun ke jalan dan rentan tertular Corona.

Airlangga mengatakan, aktor yang menggerakkan massa itu berada di belakang layar. Mereka aman aman saja karena tidak turun ke jalan. Tetapi masyarakat yang berunjuk rasa ini menerima risiko paling tinggi.

Namun Airlangga tak merinci identitas aktor di belakang layar yang ia maksud. Ia hanya mengingatkan bahwa ada bahaya besar yang mengintai jika aksi massa ini terus berlanjut.

Nah sekarang pertanyaannya apa langkah pemerintah? Kita tunggu. Karena publik tak mau tudingan itu sekadar spekulasi. Harus bisa dibuktikan.

Editor : Muh. Syakir
#Editorial #UU Omnibus Law #Aktor Unjuk Rasa Omnibus Law
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer