Perkuat Kolaborasi, UNM-Pemkab Maros Luncurkan 16 Tema PKM Terpadu 2026
Meski berlangsung di bawah terik matahari pagi, semangat peserta tetap tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
MAROS, PEDOMANMEDIA – Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Pemerintah Kabupaten Maros resmi meluncurkan 16 tema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Terpadu 2026 di Kabupaten Maros, Rabu (22/4). Program ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mengoptimalkan potensi lokal masyarakat.
Peluncuran PKM Terpadu berlangsung dalam suasana hangat dengan kehadiran Plt. Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., dan Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.H., M.H. Kehadiran kedua pimpinan tersebut menegaskan komitmen sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Ketua Panitia PKM Terpadu LP2M UNM, Didin Halim, dalam laporannya menjelaskan bahwa program tahun ini melibatkan puluhan dosen dan mahasiswa yang terbagi ke dalam 16 fokus pengabdian. Tema-tema tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, mulai dari sektor pendidikan, penerapan teknologi tepat guna, hingga penguatan ekonomi kreatif di tingkat desa.
Sejumlah pimpinan kampus turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Rektor II Prof. Hartati, Wakil Rektor IV Prof. Syahruddin, serta beberapa dekan fakultas, termasuk Prof. Suardi Annas dari FMIPA dan Nur Syariah dari Fakultas Kedokteran. Hadir pula Sekretaris LP2M Prof. Amirullah bersama jajaran akademisi lainnya.
Dari pihak Pemerintah Kabupaten Maros, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan A. Wandi Patabai Pabokori, para asisten bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Idrus, serta Ketua IKA UNM Maros Haerul Syahab.
Dalam sambutannya, Plt. Rektor UNM menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pengabdian masyarakat harus menjadi jembatan antara hasil penelitian akademisi dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“UNM harus memiliki kontribusi kuat bagi masyarakat. Melalui 16 tema pengabdian yang diterjunkan ke desa dan sekolah di Maros, kami berharap ilmu dan hasil penelitian dosen dapat diimplementasikan secara maksimal,” ujar Prof. Farida.
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam menyambut positif pelaksanaan PKM Terpadu tersebut. Ia menilai kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat dapat memberikan solusi konkret bagi pembangunan daerah.
“Kehadiran kampus di tengah masyarakat Maros memberikan kemudahan luar biasa bagi kami. Kami berharap UNM terus memberikan masukan agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan,” katanya.
Sebagai simbol kerja sama dan apresiasi, kegiatan ini juga diwarnai dengan prosesi penyerahan cendera mata dan plakat antara UNM dan Pemerintah Kabupaten Maros. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi serta peninjauan lokasi pengabdian di sejumlah titik kegiatan.
Meski berlangsung di bawah terik matahari pagi, semangat peserta tetap tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Program PKM Terpadu UNM 2026 diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta mendorong percepatan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan di Kabupaten Maros.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
