Minggu, 10 Mei 2026 20:22

Tim SAR Temukan 2 Jenazah Terakhir Korban Erupsi Gunung Dukono

Tim SAR Temukan 2 Jenazah Terakhir Korban Erupsi Gunung Dukono

Kedua korban terakhir erupsi Gunung Dukono ditemukan pada operasi pencarian hari ketiga, Minggu (10/5).

AMBON, PEDOMANMEDIA - Tim SAR gabungan menemukan 2 korban terakhir erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Keduanya ditemukan dalam kondisi tewas.

Operasi pencarian pun resmi dinyatakan berakhir. Total ada 3 korban meninggal yang berhasil dievakuasi dalam tragedi ini.

"Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (5/10/2026).

Kedua korban terakhir erupsi Gunung Dukono ditemukan pada operasi pencarian hari ketiga, Minggu (10/5). Keduanya merupakan warga asal Singapura bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).

Kedua WNA tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama pada Sabtu (9/5). Korban tewas yang pertama kali ditemukan merupakan perempuan asal Jayapura bernama Enjel.

"Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan," ucap Muhari.

Aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif juga sempat menyulitkan evakuasi. Tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan.

"Setelah proses penemuan, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono. Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Dalam operasi pencarian tersebut, dua korban selamat berinisial RS dan JA turut membantu tim SAR gabungan. Keduanya memberikan informasi terkait jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.

"Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup," imbuh Muhari.

Polisi Usut Dugaan Kelalaian

Polisi turut mengusut dugaan kelalaian dalam pendakian Gunung Dukono berujung maut tersebut. Rombongan pendaki diketahui melakukan pendakian saat gunung api itu ditutup karena berstatus level 2 alias waspada.

"Kalau orang ngumpet-ngumpet naik gimana, apa kita bisa lihat juga," kata Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu kepada detikcom, Minggu (10/5).

Erlichson menegaskan kasus ini masih dalam penyelidikan lanjut. Pihaknya memeriksa 6 orang yang merupakan guide dan porter.

"Kan bisa dinilai sendiri. Inikan dilarang (pendakian), pasti kan lalai. Karena kan statusnya (Gunung Dukono) level 2, waspada," jelasnya.

 

Editor : Muh. Syakir
Berikan Komentar Anda