Selasa, 19 Mei 2026 12:37

Kekurangan Modal, Sebagian Besar SPPG di Tator tak Beroperasi

Kekurangan Modal, Sebagian Besar SPPG di Tator tak Beroperasi

Pengelola SPPG harus menalangi semua biaya awal. Mulai dari sewa dapur, beli peralatan masak, kendaraan distribusi, hingga gaji juru masak dan kurir.

TATOR, PEDOMANMEDIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat belum berjalan optimal di Tana Toraja. Salah satu alasannya, sebagian besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG belum difungsikan, karena tidak ada modal awal.

Hal ini dikatakan oleh koordinator SPPG Kabupaten Tana Toraja, Digdo, Minggu (17/5/2026).

"Salah satunya terkendala modal. Modal tidak tersedia. Tidak ada yang dibiayai oleh negara, gitu. Semua biaya sendiri," kata Digdo via handphone.

"Kalau modal mereka kencang, ya mereka cepat. Tapi kalau modalnya dipinjam dari bank, ya lama. Seperti itu. Kalau misalnya anggota DPRD-kah, atau yang punya duit segala macam, itu bisa cepat. Tapi kita ini modal yang biaya sendiri," ujar Digdo.

Menurut Digdo, di Tana Toraja sendiri, baru ada 8 SPPG yang sudah jalan atau 20 persen.

"Aglomerasi perkotaan baru 8 SPPG yang jalan. Sementara wilayah 3T terpencil SPPG belum ada yang jalan," jelasnya.

Biaya Sendiri, Proses Lambat

Digdo menjelaskan, pengelola SPPG harus menalangi semua biaya awal. Mulai dari sewa dapur, beli peralatan masak, kendaraan distribusi, hingga gaji juru masak dan kurir.

"Kalau modalnya pas-pasan, mereka takut rugi. Jadi ditunda dulu sampai ada kepastian dana dari pusat cair," katanya.

Diketahui, satu SPPG butuh modal awal sekitar Rp300 juta sampai Rp400 juta. Dana itu baru diganti setelah SPPG beroperasi dan diverifikasi oleh Badan Gizi Nasional.

Penulis : Gista
Editor : Muh. Syakir
#SPPG Tator
Berikan Komentar Anda