Muh. Syakir : Jumat, 05 Juni 2026 10:59

BANDUNG, PEDOMANMEDIA - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) menggandeng 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk membantu menuntaskan persoalan anak tidak sekolah (ATS) di Jawa Barat.

Komitmen ini mengemuka dalam Lokakarya Pemetaan ATS bersama Disdik Jabar dan PTMA se-Jawa Barat yang digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah ATS tertinggi di Indonesia, mencapai 379.373 anak.

Kadisdik Jabar, Purwanto mengatakan, keterlibatan PTMA diharapkan dapat membantu memperbaiki validitas data ATS, sekaligus mempercepat penanganannya di lapangan.

“Muhammadiyah sejak dulu terbukti mampu menyelesaikan persoalan umat dengan sumber daya yang dimilikinya. Inilah modal besar untuk menuntaskan anak tidak sekolah di Jawa Barat,” ujarnya.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berdampak, tambahnya, mahasiswa dari PTMA akan melakukan verifikasi data ATS yang telah dirilis Kemendikdasmen secara langsung di lapangan.

Hasil verifikasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk mengembalikan anak-anak yang terdata ATS ke sekolah formal maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kadisdik pun menargetkan kolaborasi ini mampu menurunkan angka ATS di Jawa Barat setidaknya sebesar 20 persen. “Saya berharap, minimal 20 persen persoalan anak tidak sekolah di Jawa Barat bisa kita selesaikan bersama PTMA,” katanya.

Selain fokus pada penanganan ATS, Disdik Jabar dan PTMA juga berencana menyusun pedoman KKN bersama yang berlaku di seluruh Jawa Barat agar program pengabdian mahasiswa lebih terarah dan berdampak.

Menurut Kadisdik, kolaborasi tersebut juga berpotensi dikembangkan untuk membantu pemerintah daerah dalam mendeteksi dan mencegah stunting.

Lokakarya yang dikoordinasikan oleh ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan. “Bersama perguruan tinggi, kita wujudkan Jawa Barat bebas ATS,” pungkasnya.

Penulis : Bobi