Muh. Syakir : Senin, 29 Juni 2026 12:41

LEMBANG, PEDOMANMEDIA - Sebanyak 81 peserta didik terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti Lomba Debat Indonesia (LDI) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. LDI berlangsung secara daring pada 27–28 Juni 2026 di SMAN 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan ini menjadi ajang seleksi untuk menentukan wakil Jawa Barat pada National Schools Debating Championship (NSDC) tingkat nasional yang akan digelar pada 31 Agustus–6 September 2026.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ai Nurhasan menyampaikan bahwa kompetisi debat merupakan sarana penting dalam mengembangkan potensi peserta didik, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif.

"Pendidikan merupakan upaya mengoptimalkan potensi setiap peserta didik. Debat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun di tingkat global," ujarnya.

Wadah Pengembangan Talenta Debat

Ketua Panitia NSDC Tingkat Provinsi Jawa Barat, Kiki Nurmawansah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan talenta peserta didik di bidang debat bahasa Inggris.

"Kegiatan ini bertujuan menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Jawa Barat pada NSDC tingkat nasional, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta didik, membangun budaya berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas," terangnya.

Peserta NSDC tingkat provinsi terdiri dari perwakilan SMA, MA, SMK, MAK, dan satuan pendidikan sederajat dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat yang telah lolos seleksi tingkat daerah. Seluruh rangkaian kegiatan meliputi technical meeting, babak penyisihan, semifinal, final, hingga penetapan pemenang.

Antusiasme dan Esensi Debat di Mata Peserta

Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para peserta. Adlin Shiddiq, siswa kelas XI SMA Al Irsyad Satya mengaku ketertarikannya pada debat berawal dari pengalaman berorganisasi di sekolah.

"Ini tuh pertama kali aku ikutan lomba debat dan aku juga emang udah ada experience dari ikutan organisasi di sekolah, kayak OSIS. Nah, dari situ aku juga menemukan potensi bahwa aku tuh bisa berargumen dan jadinya aku menemukan bahwa debat itu ternyata sangat berguna untuk aku di kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Sedangkan Alifia Althafunissa, siswi kelas XI SMA Al Irsyad Satya mengaku sebelumnya aktif mengikuti Model United Nations (MUN) sebelum mencoba debat parlementer.

"Jujur, menurut kami skill yang paling esensial salah satunya adalah critical thinking dan calmness, in the sense that kita bisa working under pressure. Karena debat parlemen sifatnya impromptu, so we have to be ready on any types of questions that have been raised, any types of emotions. Jadi, kita harus calm dan juga ready untuk berpikir kreatif," tuturnya.

Hal senada disampaikan Khalisa Lutfiya Aiko, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Lembang. Menurutnya, persiapan mengikuti lomba debat dilakukan dengan memperbanyak membaca isu-isu aktual serta melatih kemampuan public speaking.

"Karena, debat itu kan pasti penting banget public speaking untuk bisa berargumen. Jadi, kalau misalnya ada clash saat kita debat, pertama kita harus bisa compare di dalam kepala kita apa saja yang berbeda antara argumen kita dengan argumen tim lawan," ucapnya.

Aiko juga menilai, pengalaman mengikuti debat memberikan kesempatan untuk belajar dari berbagai perspektif dan latar belakang peserta yang berbeda.

"Nilai yang paling berharga itu kita bisa belajar dari semua orang. Kita bisa melihat perspektif orang yang berbeda-beda dari background yang berbeda-beda juga," pungkasnya.

Penulis : Bobi