Jumat, 05 Maret 2021 17:05

BPKAD-KONI Torut Diduga Kongkalikong Soal Dana Hibah Rp600 Juta

Kepala BKAD Torut Matius Sampelalong.
Kepala BKAD Torut Matius Sampelalong.

BPKAD Torut hanya mengacu pada proposal KONI Torut. Jadi, tidak ada istilah belanja langsung dan tidak langsung.

TORUT PEDOMANMEDIA- BPKAD dan KONI Toraja Utara diduga kongkalikong soal dana hibah Rp600 juta tahun anggaran 2020. Dimana BPKAD Torut enggan merinci anggaran KONI tersebut.

"Silahkan cari PPTK disana dek, karena saya tidak hafal betul," ujar Kepala BKAD Torut Matius Sampelalong saat ditemui, Jum'at (5/3/2021).

Sementara, salah satu stafnya Yulianti Malisan menjelaskan, awalnya dana hibah KONI Torut tahun 2020 dianggarkan Rp1,2 M. Namun, karena pandemi Covid-19 KONI hanya mendapatkan Rp600 juta.

Baca Juga

"Karena memang dalam MPHD itu diatur tata cara pemberian hibahnya itu dua kali tahap. Jadi tahap pertama Rp600 juta. Tahap kedua Rp600 juta. Cuma karena keadaan Covid-19 mereka sudah tidak dapat tahap duanya," jelasnya.

Kata Yuli, pihaknya hanya mengacu pada proposal KONI Torut. Jadi, tidak ada istilah belanja langsung dan tidak langsung.

"Kalau mereka itu belanja rutin dia. Jadi itu terbagi-bagi lagi ke cabang-cabangnya. Saya tidak ingat mi itu ada berapa cabang. Jadi ini KONI ambil uang baru na kasih lagi induk-induknya kebawah," ujarnya.

Sayangnya Yuli tak juga merinci belanja KONI yang dinilai fantastis itu.Sambara "Itu dengan atasan saya dulu nah," cetusnya.

Sebelumnya, pihak BPKAD sudah beberapa kali didatangi langsung untuk meminta klarifikasi soal LPJ dana hibah KONI tapi seolah tertutup atau tidak transparan menyampaikan informasi terkait hal tersebut. Termasuk Kabid Anggaran BPKAD Torut Yulius Sambara.

Penulis : Susanna Rulianti
Editor : Jusrianto
#KONI Torut #BPKAD Torut #Dana Hibah KONI Torut
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer