BBM Subsidi Langka Lagi di Toraja Utara, Warga-Sopir Menjerit
masyarakat meminta Pertamina Patra Niaga dan Pemkab Toraja Utara segera menambah kuota BBM subsidi dan memperketat pengawasan distribusi agar tepat sasaran.
TATOR PEDOMANMEDIA — Antrean panjang dan kelangkaan BBM bersubsidi kembali dikeluhkan warga Toraja Utara. Sejumlah SPBU di wilayah Rantepao dilaporkan kehabisan stok solar dan Pertalite sejak pagi.
Pantauan di 4 titik SPBU, yakni Tallung Lipu, Bolu, Misiliana, dan Alang-alang, Rabu (9/7/2026), puluhan kendaraan roda 2 dan 4 sudah mengantre sejak pukul 06.00 WITA. Banyak warga yang pulang dengan tangan kosong karena kuota habis sebelum siang.
"Ini sudah beberapa hari saya antre. Dari Tondon ke SPBU Tallunglipu, antre 3 jam ujungnya habis. Bagaimana mau beraktivitas kalau BBM begini," ujar Markus, pemilik kendaraan di SPBU Tallunglipu, Rabu (9/7).
Keluhan serupa juga disampaikan pengendara ojek dan angkutan pedesaan. Akibat langka, harga di pengecer pun ikut naik. Pertalite yang seharusnya Rp10.000/liter dijual Rp13.000 - Rp15.000/liter.
Warga menduga kelangkaan ini dipicu kenaikan harga Pertamax yang kini tembus Rp16.650/liter. Banyak pengguna kendaraan yang beralih ke Pertalite karena lebih murah, sehingga antrean dan konsumsi BBM subsidi meningkat.
"Harga pertamax naiknya minta ampun sampai Rp 16.650. Jadi orang semua lari ke Pertalite," kata Irwan salah satu warga.
Sementara itu, Fendi, mengaku sebagai sopir Toraja-Morowali mengaku harus mengantre berjam-jam baru mendapatkan solar.
"Untuk mendapatkan solar di Toraja cukup makan waktu. Saya sudah ngantre satu setengah jam," kata Fendi di SPBU Bolu.
Dengan demikian, masyarakat meminta Pertamina Patra Niaga dan Pemkab Toraja Utara segera menambah kuota BBM subsidi dan memperketat pengawasan distribusi agar tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina dan Dinas ESDM Toraja Utara terkait langkah penanganan kelangkaan ini.
