Banyak Temuan BBM Subsidi Salah Sasaran, BPH Migas Perketat Pengawasan SPBU
Pengawasan langsung ke lapangan merupakan instrumen penting dalam menjaga agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah akan memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak. SPBU akan ditindak tegas jika terlibat dalam praktik penyaluran BBM yang menyalahi ketentuan.
Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) diyakini memiliki peran penting untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan sekaligus menutup celah potensi penyalahgunaan, menurut Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Harya Adityawarman.
Harya mengingatkan pengelola SPBU harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai upaya pelanggaran. Ia menyampaikan pengawasan akan terus dilakukan melalui pemantauan langsung di sejumlah wilayah guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.
"Kami mengingatkan kembali kepada pengelola SPBU untuk lebih hati-hati, karena memang ada gap (selisih) harga antara BBM bersubsidi dengan non subsidi yang lumayan tinggi. Ada potensi untuk penyalahgunaan," ujar Harya, Sabtu (25/4).
Ia menyebutkan salah satu praktik yang menjadi perhatian adalah pelansiran, yaitu pengisian BBM subsidi berulang oleh kendaraan tertentu untuk kemudian diperjualbelikan kembali.
Menurut dia, praktik ini sangat merugikan karena mengganggu kelancaran distribusi BBM subsidi bagi konsumen yang berhak.
Ia juga mengaku menemukan modus penyalahgunaan, yakni satu kendaraan menggunakan beberapa barcode berbeda untuk mengisi BBM subsidi. Hal ini menjadi perhatian serius dan perlu segera ditindaklanjuti, termasuk dengan pemblokiran barcode apabila terbukti disalahgunakan.
“Kendaraan-kendaraan yang terindikasi melakukan pelansiran perlu dipetakan dan dilaporkan, baik kepada Pertamina Patra Niaga setempat maupun BPH Migas. Indikasi awal biasanya terlihat dari kendaraan yang hampir setiap hari melakukan pengisian BBM,” ujar dia.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menambahkan pengawasan langsung ke lapangan merupakan instrumen penting dalam menjaga agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
"Kami terus memasifkan imbauan kepada pengelola SPBU agar lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan BBM subsidi," katanya melanjutkan.
Fathul menekankan pentingnya sinergi antara BPH Migas, badan usaha, dan pengelola SPBU untuk menutup celah penyalahgunaan yang terus berkembang, termasuk menindaklanjuti aduan dari masyarakat.
"Apabila di lapangan ditemukan dugaan penyalahgunaan, dapat segera dilaporkan melalui helpdesk BPH Migas untuk ditindaklanjuti,” ujar dia.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
