JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pengacara Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea membantah kliennya memiliki kaitan dengan rumah yang digeledah penyidik Polri di Kawasan Sentul, Bogor. Hotman menyebut, rumah tersebut dalam penguasaan Don Ritto sejak 2022.
"Sejak tahun 2022 sudah di bawah penguasaan pengelolaan dari Don Ritto kliennya beliau, dan renovasi kecil-kecil di dalam kan ya tidak diketahui oleh Pak Febri, ya? Jadi semua terbantahkan," tegas Hotman dalam jumpa pers di Gedung Jampidsus, Jakarta, Jumat (17/7).
Hotman juga menegaskan kliennya tidak memiliki hubungan dengan money changer yang turut disorot dalam perkara tersebut.
"Demikian juga money changer juga dia tidak ada kaitan apa pun," ujar.
Senada, kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menyebut upaya menghubungkan uang yang ditemukan di rumah Sentul, money changer, maupun Kafe de'Clan di Cipete dengan Febrie ataupun dugaan aliran dana dari Tan Kian tidak berdasar.
Menurutnya, uang yang ditemukan di Kafe de'Clan berasal dari kerja sama bisnis Don Ritto dengan seorang pengusaha untuk proyek pembangunan pelabuhan di Kalimantan Timur.
"Uang berupa dolar Singapura maupun dolar Amerika yang disita dari kafe Cipete itu bersumber dari kerja sama dengan seorang pengusaha, tapi mohon maaf hari ini pun kami belum berani menyebut namanya. Untuk apa? Untuk membangun pelabuhan di Kalimantan Timur," kata dia.
Ia menjelaskan nilai kerja sama tersebut mencapai sekitar Rp 80 miliar dan telah dituangkan dalam perjanjian yang sah. Karena itu, kata dia, uang tunai yang disita penyidik tidak berasal dari Tan Kian.
"Jadi, kami simpulkan jika dihubungkan dengan uang yang ditemukan di kafe sebanyak SGD 3,2 juta dan 870 ribu Dolar AS, itu pasti bukan dari Saudara Tan Kian," ujar Handika.
Tim gabungan Polri menggunakan tangga saat penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sebuah ruko, Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Terkait brankas di rumah Sentul, Handika mengatakan lokasi tersebut sejak 2022-2023 digunakan Don Ritto sebagai kantor operasional cadangan sebuah yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam.
Menurutnya, aset berupa emas maupun valuta asing yang ditemukan di lokasi tersebut berkaitan dengan aktivitas yayasan. Namun, ia belum bersedia menjelaskan secara rinci asal-usulnya.
"Pada saatnya kami akan jelaskan, setelah para pihak yang berkontribusi itu diperiksa oleh penyidik Jampidsus, disertai segala disertai dengan semua bukti-bukti yang kuat yang sahih dan relevan. Kami tidak mau mendahului itu dulu," tegasnya.
BERITA TERKAIT
-
Kejagung Resmi Tahan Don Ritto
-
Hari ini Febrie Diperiksa sebagai Tersangka, Tunjuk Hotman Paris sebagai Kuasa Hukum
-
Usut Korupsi Febrie, Kejagung Tunjuk 9 Jaksa yang Didominasi Eks KPK
-
Kuntadi Diusul jadi Jampidsus Kejagung, Sudah di Meja Prabowo
-
Habiburokhman Pertanyakan Febrie Belum Ditahan: Ini Sangat Urgen!