Jusrianto : Minggu, 07 Maret 2021 15:02
Pasar Tempe Wajo yang saat ini belum dilanjutkan pembangunannya.

WAJO, PEDOMANMEDIA - Sejumlah proses pembangunan pasar di Kabupaten Wajo berpolemik. Sampai saat solusi yang ditawarkan dinilai belum ada jalan.

Diketahui ada sekitar 32 jumlah pasar yang tersebar di 14 kecamatan terdapat sedikitnya ada sekitar 4 pasar yang baru-baru ini menuai kisruh atau dianggap masih ada masalah di dalamnya dan menjadi sorotan dan pertanyaan publik juga dari beberapa lembaga aktivis/LSM di Wajo.

Seperti Pasar Tempe Sengkang, Kecamatan Tempe, Pasar Siyo, Kecamatan Belawa, Pasar Atapange, Kecamatan Majauleng dan pasar Siwa, Kecamatan Pitumpanua.

Dimana 4 pasar tersebut masih menuai polemik hingga sekarang baik dari segi persoalan soal lahan atau pembagian lods yang diindikasi diperjualbelikan hingga pemutusan kontrak kerja atau penghentian sementara proses pekerjaan dan pembangunannya.

Hal tersebut berdasarkan SK yang diterbitkan Kementerian PUPR melalui Karya Balai Prasarana Permukiman Sulsel dengan UM.0201Cb39/1056.

Bahkan diantaranya ada yang dalam proses berjalan di aparat penegak hukum Polres Wajo seperti Pasar Atapange dan Siwa Pitumpanua.

Ketua Komisi ll DPRD Wajo Sudirman Meru berharap pembangunan itu tetap berlanjut, karena itu sudah masuk dalam program Kementerian PUPR.

"Kami berharap supaya permasalahan itu cepat selesai kalau toh pun harus ditender ulang maka sebaiknya proses tender itu cepat dilaksanakan dan semoga pemenangnya adalah perusahaan yang profesional dan punya pengalaman kerja terkait dengan bidang ini," harapnya.

"Sebab Pasar Tempe ini oleh pemerintah pusat rencananya akan dijadikan pasar hijau yg ramah lingkungan dan akan menjadi pasar percontohan di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pasar Diskoperindagkop Wajo, Yunus belum ingin terlalu jauh mengomentari dulu karena dirinya berdalih baru menepati posisi jabatan tersebut dan sementara baru akan pelajari.