Minggu, 02 Agustus 2026 21:04

Saksi Ungkap Pemicu Pengeroyokan di Arena Sabung Ayam Bahodopi: Kalah Judi, Mabuk, Ancam Tikam Warga

Yan, korban pengeroyokan di arena sabung ayam di Bahodopi, Morowali.
Yan, korban pengeroyokan di arena sabung ayam di Bahodopi, Morowali.

Pengeroyokan dipicu karena korban dalam kondisi mabuk dan kalah judi. Di bawah pengaruh miras, Yan mengancam menikam warga.

MOROWALI, PEDOMANMEDIA - Kasus pengeroyokan seorang pria bernama Yan (45) di sebuah arena judi sabung ayam di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah masih jadi perhatian warga. Saksi mata di TKP menyebut pengeroyokan itu dipicu oleh sikap korban, Yan, yang mabuk usai kalah judi.

Yan sendiri adalah warga asal Sangalla, Kabupaten Tana Toraja. Peristiwa pengeroyokan itu viral di media sosial setelah videonya beredar luas.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Toni, pengeroyokan dipicu karena korban dalam kondisi mabuk dan kalah judi. Di bawah pengaruh miras, Yan mengancam menikam warga.

Baca Juga

Kondisi ini sontak memicu kemarahan warga. Hingga akhirnya terjadi keributan.

"Kejadiannya di arena milik Pong Kembar. Yan dalam kondisi mabuk, kalah main judi dan mengancam orang-orang mau ditikam," kata Toni, Minggu (2/8/2026).

Saat dikonfirmasi, Pong Kembar selaku terduga pengelola arena judi sabung ayam tersebut mengakui kejadian itu.

"Pengelola ada di Palu saat kejadian," kata PK.

Sementara itu, Yan yang menjadi korban mengaku mengalami luka akibat pengeroyokan.

"Saya korban. Memang arena itu milik Pong Kembar" kata Yan.

Pong Kembar juga menyatakan siap bertanggung jawab dan mengikuti proses hukum yang berjalan. Hingga berita ini diturunkan, kasus pengeroyokan tersebut masih ditangani Polsek Bahodopi, Polres Morowali.

Ironisnya, pong Kembar selaku pemilik arena judi sabung ayam belum diproses hukum.

Siapa Pong Kembar?

Pong Kembar ataul PK (55) diduga menjadi pengendali dan bandar judi sabung ayam di Kabupaten Morowali. Ia jadi sorotan banyak pihak setelah insiden keributan di sebuah arena sabung ayam di Kecamatan Bahodopi.

Sosoknya dikenal luas di Morowali. PK sudah lama mengendalikan praktik judi sabung ayam di daerah itu.

Sumber PEDOMANMEDIA di Morowali menyebutkan, PK memiliki koneksi luas. Salah satu arena judi sabung ayam yang ia kelola yakni di Bahodopi. Ini adalah arena terbesar di Morowali.

Arena ini berlokasi di area perkebunan kelapa sawit. Ini juga menjadi TKP pengeroyokan beberapa waktu lalu.

Titik kedua disebut berada di wilayah Tarpedo, Kelurahan Bau Makmur Blok B1 Bahodopi.

"Siapa lagi kalau bukan PK. Tidak ada orang lain berani pasang kalau bukan dia. Katanya kuat setorannya dan bekingannya," kata sumber PEDOMANMEDIA, Senin (27/7/2026).

Ia juga menyebut, PK diduga mulai memperluas aktivitasnya ke wilayah lain di Sulawesi Tengah yakni di Meko.

"Sekarang PK buka arena baru di Meko," ungkapnya.

Lantas mengapa PK tak tersentuh aparat?

"Itu dia yang jadi pertanyaan. Kenapa tidak ditangkap," ucap sumber tadi.

Ia menduga, PK memiliki beking kuat. Punya koneksi yang bisa melindungi aktivitasnya.

"Makanya dia kebal hukum," katanya.

Saat dikonfirmasi, PK tidak membantah dirinya mengelola arena tersebut. Namun ia belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait tuduhan penyetoran ke oknum.

PEDOMANMEDIA masih berupaya mengkonfirmasi Kapolres Morowali dan Polda Sulteng terkait aktivitas perjudian di Bahodopi serta dugaan pembiaran oleh oknum.

Diketahui, terungkapnya dugaan pengelolaan sejumlah arena judi sabung ayam oleh PK di Sulawesi Tengah bermula setelah viralnya kasus pengeroyokan di Bahodopi. Korban dalam peristiwa itu diketahui berinisial YN.

Saat ini, kasus pengeroyokan tersebut ditangani Polsek Bahodopi, Polres Morowali. Selain itu, laporan terkait kasus ini juga telah dilayangkan ke Mabes Polri dan Komisi III DPR RI.

 

Penulis : Gista
Editor : Muh. Syakir
#Judi Sabung Ayam #Pengeroyokan di Arena Sabung Ayam
Berikan Komentar Anda