Rabu, 14 Oktober 2026 15:59

KPK: OTT 14 Orang di BNPB Terkait Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan

Ilustrasi
Ilustrasi

Mereka diamankan di Jabodetabek dan kini menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - KPK mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10). Salah satu yang diamankan ialah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB.

Operasi ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, di antaranya yang memakai dana siap pakai untuk kebencanaan. Terkait OTT tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sempat membantah adanya operasi tersebut.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu membenarkan adanya kegiatan tangkap tangan di BNPB.

"Kami ingin menyampaikan bahwa memang benar bahwa hari ini kami melaksanakan kegiatan tangkap tangan di BNPB. Untuk selanjutnya masih dalam proses. Mohon ditunggu, gitu ya," kata Asep kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (13/10) malam.

KPK menggelar perkara pada malam yang sama. Asep meminta publik bersabar karena hasilnya akan diputuskan dalam forum ekspos bersama penyidik, jaksa, dan pimpinan, lalu disampaikan lewat konferensi pers.

14 Orang Diamankan di Jabodetabek

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, 14 orang yang diamankan KPK terdiri dari Sestama, pejabat pembuat komitmen (PPK), pegawai atau tenaga ahli BNPB, dan pihak swasta. Sestama BNPB yang dimaksud adalah Rustian.

"Di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK, dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta," kata Budi.

Mereka diamankan di Jabodetabek dan kini menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka. Hingga kini status itu belum dijelaskan.

Diduga Terkait Dana Siap Pakai Kebencanaan

Menurut Budi, kegiatan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan. KPK belum merinci perkara maupun bencana yang dimaksud.

"Untuk detailnya, uang-uang ataupun pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa, itu nanti kami akan sampaikan detailnya saat konferensi pers," sambung Budi.

Dalam OTT ini, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia. Uang tunai bernilai sekitar Rp 1,4 miliar berdasarkan hitungan awal.

"Untuk logam mulia, beberapa dalam bentuk emas batangan, beberapa dalam bentuk tabungan emas. Untuk jumlahnya masih diproses tim," terang Budi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sempat membantah ada OTT di lingkungan BNPB pada Selasa (13/10).

"Nggak ada OTT… Kalau OTT kan ada penyerahan uang…," kata Suharyanto.

Terkait 14 orang yang diamankan, Suharyanto mengaku belum mengetahuinya.

"Saya belum tahu. Nanti dicek dulu," kata Suharyanto saat dikonfirmasi.

 

Editor : Muh. Syakir
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer