Marak Kriminal Jalanan, DPRD Makassar Minta Kapolda Sulsel Bertindak Tegas
Desakan itu muncul di tengah harapan DPRD terhadap Kapolda Sulawesi Selatan yang baru, Irjen Pol Awal Chairuddin.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Rangkaian aksi kekerasan jalanan di Makassar, Sulawesi Selatan, sepanjang 2026 menjadi sorotan DPRD. Sejumlah kasus melibatkan tawuran antarkelompok, pembusuran, penyerangan menggunakan senjata tajam, hingga begal yang meresahkan warga.
Berdasarkan laporan, terdapat 11 kasus geng motor dan tawuran di Makassar sejak Januari hingga Oktober 2026. Beberapa kejadian menelan korban jiwa, termasuk tawuran di Kandea III, Kecamatan Tallo, pada September dan tawuran di Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, pada Oktober.
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Muchlis A Misbah, meminta kepolisian bertindak tegas dalam menangani aksi geng motor dan perang kelompok. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap aksi kekerasan dapat mengancam keselamatan warga.
"Kepolisian harus bertindak tegas untuk menjaga keamanan masyarakat Kota Makassar. Tidak boleh setengah-setengah. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, sudah mengancam keselamatan warga Kota Makassar," kata Muchlis.
Desakan itu muncul di tengah harapan DPRD terhadap Kapolda Sulawesi Selatan yang baru, Irjen Pol Awal Chairuddin.
Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina mengapresiasi langkah awal Awal yang langsung memerintahkan penanganan kasus kampung narkoba di Makassar. Rahman juga berharap kepolisian memberi perhatian pada persoalan geng motor yang selama ini meresahkan masyarakat.
Sepanjang 2026 Tercatat rangkaian kejadian kekerasan jalanan di Makassar sejak awal 2026. Kasus-kasus tersebut memiliki bentuk dan karakteristik berbeda, mulai dari tawuran hingga dugaan begal.
