Muh. Syakir : Jumat, 06 November 2026 21:12

INTAN JAYA, PEDOMANMEDIA - TNI mengerahkan dua helikopter Caracal mengejar kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Aibon Kogoya. Pengejaran dilakukan hingga ke pelosok Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Helikopter itu digunakan menyusuri hutan, bukit, dan lembah untuk mencari sisa-sia anggota Aibon Kogoya.

"Upaya pengejaran sekaligus pemberantasan kelompok separatis TPNPB-OPM. Kelompok OPM di bawah pimpinan Daniel Aibon Kagoya terus dilakukan pasukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III," kata Pangkogabwilhan III, Letjen Lucky Avianto kepada wartawan Jumat (6/11/2026).

Lucky mengatakan pengejaran sisa-sisa anggota OPM Aibon Kogoya dilakukan menggunakan dua helikopter milik TNI Angkatan Udara. Penggunaan helikopter ini diharapkan dapat mendeteksi keberadaan OPM yang bersembunyi di hutan, bukit, dan lembah.

"Dengan menggunakan dua helikopter Caracal TNI Angkatan Udara, kami, Pangkogabwilhan III memantau langsung upaya pengejaran dan pemberantasan sisa-sisa kelompok TPNPB-OPM yang bersembunyi di pelosok Papua," bebernya.

Dia mengungkapkan wilayah Intan Jaya sebelumnya masuk dalam kategori zona hitam OPM. Pada 25 September lalu, pasukan Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops Habema di bawah kendali Kogabwilhan III menembak mati 4 anggota OPM.

"Mendapatkan info awal keberadaan kelompok OPM di Intan Jaya dari Badan Intelijen Negara atau BIN, terlibat kontak senjata dan dalam peristiwa tersebut, 4 Anggota OPM tewas di lokasi," ungkapnya.

Selain patroli udara, Kogabwilhan III juga mengunjungi pasukan Satgas TNI Koops Habema di pos keamanan yang tersebar di Intan Jaya. Tujuannya untuk memberikan semangat sekaligus menganugerahkan penghargaan atas dedikasi dan prestasi prajurit yang berhasil menjalankan tugas serta kewajibannya.

"Kepada masyarakat Distrik Hitapida yang berada di sekitar titik-titik kuat TNI, Kogabwilhan III melakukan sosialisasi pentingnya menjaga kedamaian Papua, yang dibalut dengan berbagai kegiatan sosial," katanya.

Kegiatan sosial itu berupa makan bersama gembira, membuka pelayanan kesehatan sekaligus pengobatan massal gratis, penyaluran sembako dan pemberian hewan ternak untuk dibudidayakan oleh masyarakat.

"Kegiatan sosial ini adalah salah satu wujud dari upaya persuasif TNI yang mengedepankan pendekatan berbasis pada pelayanan masyarakat dan pembangunan daerah, yang syukur alhamdulillah membuka mata hati sekaligus menarik simpati masyarakat khususnya pimpinan, anggota serta simpatisan OPM, sehingga mereka mau kembali ke pangkuan NKRI," jelasnya.

Diketahui, TNI menembak mati empat anggota OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di wilayah Kampung Done Balogo, Distrik Agisiga, Intan Jaya, pada Jumat (25/9) dini hari. TNI juga menyita senjata api (senpi), busur panah hingga bendera Bintang Kejora di lokasi kejadian.

"Kelompok Daniel Aibon Kogoya akan masuk ke dalam permukiman warga untuk menebar teror, berhasil terdeteksi melalui pantauan pesawat nirawak atau drone," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Lucky menuturkan tim gabungan TNI kemudian mendatangi lokasi dan melakukan upaya persuasif dengan kelompok tersebut. Namun Daniel Aibon Kogoya cs langsung menyerang dengan menembaki aparat.

"Empat orang Anggota TPNPB-OPM tewas dan sisa anggota kelompok separatis tersebut melarikan diri ke dalam gelapnya belantara rimba Papua, meninggalkan jasad ke 4 rekannya," ungkapnya.