Selasa, 23 Maret 2021 17:37

Soal Dugaan Kongkalikong BPKAD-KONI Torut, DPRD: Kami akan Panggil

Julianto Mapaliey
Julianto Mapaliey

Dana KONI diperuntukkan pembinaan cabang-cabang olahraga. Bukan untuk dibelanjakan tanpa pertanggungjawaban.

TORUT, PEDOMANMEDIA - DPRD Toraja Utara akan memanggil Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan KONI Torut yang dinilai tak transparan dalam penggunaan anggaran. BPKAD dan KONI Torut diduga kongkalikong soal dana hibah 2020 senilai Rp600 juta.

Rencana pemanggilan tersebut disampaikan oleh Komisi III DPRD Torut, Fraksi Golkar Julianto Mapaliey. Ia mengatakan pihak yang memberikan SPM itu yang perlu dipertanyakan.

"Mereka wajib memberikan. Nanti kami dari pihak DPRD memanggil karena itulah fungsi kami, mengawasi," katanya, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga

Julianto mengungkapkan KONI Torut harus transparan dalam penggunaan anggaran.

"Itu perlu ada penjelasan dari mereka. Itukan tidak ada kegiatan sekarang untuk ini. Jadi itu perlu transparansi penggunaannya jangan sampai mereka gunakan semena-mena. Harus ada pertanggungjawaban," ujarnya.

Julianto menambahkan bahwa dana KONI diperuntukkan pembinaan cabang-cabang olahraga. Bukan untuk dibelanjakan seenaknya tanpa pertanggungjawaban.

"Masalah pembelanjaan alat gym, itu bukan untuk pembinaan tapi kebugaran," cetusnya.

Sebelumnya, BPKAD Torut enggan merinci anggaran KONI tersebut.

"Silakan cari PPTK di sana dek, karena saya tidak hapal betul," ujar Kepala BPKAD Torut Matius Sampelalong saat ditemui pekan lalu.

Sementara, salah satu stafnya Yulianti Malisan menjelaskan, awalnya dana hibah KONI Torut tahun 2020 dianggarkan Rp1,2 M. Namun, karena pandemi Covid-19 KONI hanya mendapatkan Rp600 juta.

"Karena memang dalam MPHD itu diatur tata cara pemberian hibahnya itu dua kali tahap. Jadi tahap pertama Rp600 juta. Tahap kedua Rp600 juta. Cuma karena keadaan Covid-19 mereka sudah tidak dapat tahap duanya," jelasnya.

Kata Yuli, pihaknya hanya mengacu pada proposal KONI Torut. Jadi, tidak ada istilah belanja langsung dan tidak langsung.

"Kalau mereka itu belanja rutin dia. Jadi itu terbagi-bagi lagi ke cabang-cabangnya. Saya tidak ingat mi itu ada berapa cabang. Jadi ini KONI ambil uang baru na kasih lagi induk-induknya ke bawah," ujarnya.

Sayangnya Yuli tak juga merinci belanja KONI yang dinilai fantastis itu.

Penulis : Susanna Rulianti
Editor : Muh. Syakir
#DPRD Torut #BPKAD Torut #KONI Torut
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer