Muh. Syakir : Senin, 29 Maret 2021 08:58

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pilkada Takalar ikut diundur ke 2024. Perjalanan para petarung diramal bakal lebih kompetitif karena petahana, Syamsari Kitta tak lagi dominan. Bagaimana analisisnya?

Menuju 2024 beberapa nama-nama muncul dan diprediksi maju di Takalar. Di antaranya, petahana Syamsari Kitta, dan calon penantang Ahmad Daeng Sere. Ada juga nama Fachruddin Rangga, Natsir Ibrahim, Hengky Yasin, Yusuf Gunco, Hamka B Kadi, termasuk mantan bupati Burhanuddin Baharuddin.

Lalu siapa paling berpeluang?

Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Amir menilai Pilkada Takalar masih menjadi ajang pertarungan antara petahana Syamsari versus kubu Burhanuddin Baharuddin (Bur).

2017 lalu Burhanuddin yang berstatus petahana tumbang. Ini menjadi salah satu indikator dinamisnya politik di daerah itu.

Menurut Suwadi, kubu Bur kemungkinan besar akan diwakili salah satu antara Fachruddin Rangga atau Bur sendiri. Sebab persaingan selama 10 tahun terakhir masih menyisakan dinamika politik di antara dua kubu kuat di Takalar tersebut.

“Di Takalar kedua kubu ini yang masih kuat basis-basis elektoralnya. Apalagi jika Fachruddin Rangga yang didorong maju melawan petahana Syamsari Kitta, tentu jauh lebih dinamis. Sebab Rangga pengendali tim utama Kubu Bur 2012 dan 2017 lalu,” kata Suwadi, Minggu (28/3/2021).

Dia melanjutkan, Rangga yang sudah dua periode duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sulsel adalah figur kuat yang cukup mampu merawat basis-basis Bur dan juga basis-basis pendukungnya di Pileg 2014 dan 2019.

Sementara Syamsari walaupun statusnya petahana namun tetap butuh kerja keras di Pilkada 2024 nanti. Kurangnya pembangunan di era Syamsari dianggap melemahkan ketua Partai Gelora Sulsel tersebut.

“Syamsari termasuk bupati yang minim prestasi. Selama menjabat, Kabupaten Takalar jalan di tempat. Tidak ada kemajuan! Dan cenderung melupakan tim-tim pendukungnya di Pilkada 2017 lalu," jelasnya.

Selain faktor tersebut, Syamsari sudah tidak menjabat per tahun 2022, yang artinya ada pelaksana tugas bupati sejak 2022 sampai 2024. Kondisi tersebut semakin mengurangi kekuatan Syamsari.

Meski begitu, Rangga dan Syamsari dianggap tetap perlu mewaspadai sosok Hengky Yasin dan Ahmad Dg Sere yang berpotensi muncul sebagai kuda hitam.

“Apalagi jika Hengky Yasin dan Ahmad Dg Sere berpaket tentu harus dihitung oleh Rangga dan Syamsari,” imbuhnya.