JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Indonesia menghadapi masalah pangan yang fundamental di masa depan. Untuk bisa menjawab tantangan itu, harus ada pembukaan lahan baru, bukan saja padi tapi juga holtikultura.
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Annual Meetings International Monetary Fund World Bank Group 2020, Ahad (11/10/2020).
"Tantangan kita dalam menjaga ketersediaan pangan cukup serius. Pemerintah harus bisa mengupayakan pembukaan lahan baru," ujar Menkeu.
Menurut Sri, kondisi riil ketersediaan pangan harus diakui ada problem.
Diantaranya saat ini ada indikasi sekitar 32% rumah tangga mengalami kekurangan pangan. Ini disebabkan oleh terganggunya sistem logistik dan turunnya daya beli masyarakat akibat resesi.
"Dampak pandemi yang menyebabkan PHK membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Sehingga tak mampu lagi membeli," katanya.
Sri Mulyani mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan pemerintah mencoba program food estate. Food estate merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pangan.
Ini merupakan program jangka panjang agar ketersediaan pangan lebih terjaga. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi daerah di luar Pulau Jawa.
"Pemerintah juga fokus untuk melakukan investasi teknologi pertanian. Dengan demikian, produksi dan pasar akan terhubung dengan cara yang lebih efisien. Semua ini menjadi bagian dari reformasi struktural yang telah diakomodasi di dalam APBN 2021," jelas Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengakui saat ini sekitar 32% rumah tangga mengalami kekurangan pangan. Ini disebabkan oleh terganggunya sistem logistik dan turunnya daya beli karena kehilangan penghasilan dan pekerjaan.
Pengamat ekonomi, Sjamsul Ridjal beberapa waktu lalu mengungkapkan ancaman krisis pangan jika ekonomi tak segera pulih. Ia memperkirakan lebih dari 20 provinsi di tanah air kekurangan stok pangan sejak awal 2020.
"Tapi situasi ini belum memberi tekanan pada ketersediaan. Karena stok dari lumbung lumbung masih bisa dipasok. 2021 situasinya akan lain jika ekonomi masih resesi," katanya.
BERITA TERKAIT
-
2023 Tahun Kelam, Sri Mulyani Optimistis RI tak Kena Resesi
-
Sri Mulyani: Belanja Rokok Orang Indonesia Tertinggi Kedua Setelah Beras
-
Cegah Inflasi, SYL Minta Pemda Perpendek Rantai Distribusi Pangan
-
5 Instruksi Mentan SYL Hadapi Krisis Pangan di Papua Barat
-
Kementan: Sulsel Bisa Hadapi Krisis Pangan jika Jaga Produktivitas Sagu