Kamis, 15 April 2021 15:54

Tindaklanjuti Temuan BPK, Kejari Makassar Selamatkan Rp140,9 Juta Uang Negara

Pengembalian uang negara Rp140,9 juta yang dilaksanakan di Kantor Kejari Makassar.
Pengembalian uang negara Rp140,9 juta yang dilaksanakan di Kantor Kejari Makassar.

Diketahui, perkara ini memang bermula saat Muhammad Taufiq menggandakan biaya perjalanan dinas DPRD Makassar TA 2018.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar kembali berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp140,9 juta. Penyelamatan itu terkait kasus temuan penyelewengan dana perjalan Dinas DPRD Makassar TA 2018 oleh Mantan Bendahara DPRD Muhammad Taufiq.

Bertempat di Kantor sementara Kejari Makassar, Muhammad Taufiq menyerahkan uang tersebut ke Kas Negara, Bank Sulselbar disaksikan oleh Kajari Makassar Andi Sundari didampingi pihak Inspektorat Makassar, Kepala Seksi Datun, Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar dan Bank Sulselbar.

Dalam proses penyerahan uang tersebut, Kajari Makassar Andi Sundari mengatakan, pihaknya sejauh ini menggunakan instrumen Datun Kejari Makassar dalam penyelamatan uang negara tersebut.

Baca Juga

"Inikan asalnya adalah temuan BPK, sehingga Inspektorat segera menyerahkan kepada kami. Alhamdulillah hari ini uang negara sebesar Rp140.9 juta itu sudah dikembalikan," ujarnya.

Sementara itu, Inspektorat Zainal Ibrahim dalam kesempatan yang sama juga berterima kasih atas upaya cepat Kejari Makassar, khususnya bidang Datun.

Setelah uang ini dikembalikan ke kas Bank Sulselbar, ke depan tinggal menunggu validasi dari pihak Bank.

"Alhamdulillah berkat upaya Kejari penyelamatan sudah dilakukan. setelah ini, kami sisa menunggu validasi dari pihak Bank. Kemudian melaporkan ke BPK," ujar Zainal.

Diketahui berdasarkan penelusuran PEDOMANMEDIA, perkara ini memang bermula saat Muhammad Taufiq menggandakan biaya perjalanan dinas DPRD Makassar TA 2018.

Meski dana tersebut sudah diterima oleh para Anggota DPRD, namun Taufiq kembali mengeluarkan nota belanja perjalanan dinas sebesar Rp300 juta lebih.

Namun, selang berjalan, BPK kemudian menjadikan hal itu sebagai temuan. Inspektorat diminta untuk mengeluarkan rekomendasi dan sejumlah anggota DPRD lantas mengembalikan uang tersebut.

"Jadi ada beberapa anggota DPRD yang terpaksa mengembalikan uang meski dalam nota tersebut, tidak ditandatangani. Sehingga yang tersisa hanya Rp 140 juta lebih. Inilah yang hari ini dikembalikan," ujar Kepala Seksi Intelijen Ardiansyah Akbar.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Jusrianto
#Kejari Makassar #Perjalanan Dinas DPRD Makassar #Inspektorat
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer