Kamis, 22 April 2021 17:08

Kasus Penyelewengan Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Makassar Direkomendasikan untuk Ditutup

Mantan Bendahara DPRD Makassar Muhammad Iqbal saat mengembalikan sisa uang perjalan dinas DPRD Makassar 2018.
Mantan Bendahara DPRD Makassar Muhammad Iqbal saat mengembalikan sisa uang perjalan dinas DPRD Makassar 2018.

Kajari Makassar, Andi Sundari mengatakan penyelewengan dana perjalanan dinas oleh mantan bendahara DPRD Makassar itu adalah temuan BPK, rekomendasinya agar uang tersebut dikembalikan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Inspektorat serta Kejari Makassar merekomendasikan untuk menutup kasus penyelewengan dana perjalanan dinas DPRD Makassar Tahun Anggaran 2018.

Pelaku, Mantan Bendahara DPRD Makassar Muhammad Iqbal sudah mengembalikan sisa uang perjalan dinas tersebut senilai Rp 140.9 juta beberapa waktu lalu.

Kajari Makassar, Andi Sundari mengatakan penyelewengan dana perjalanan dinas oleh mantan bendahara DPRD Makassar itu adalah temuan BPK, rekomendasinya agar uang tersebut dikembalikan. Sehingga pihaknya tidak mengarahkannya pada pidana.

Baca Juga

"Inikan berdasarkan temuan BPK. Rekomendasinya adalah pengembalian. Dan alhamdulillah setelah Inspektorat menyerahkan pada Kejari. Uang tersebut sudah dikembalikan Rp 140.9 juta," ujar Andi Sundari.

Ke depan temuan tersebut akan ditutup oleh BPK, jika kemudian validasi dari Bank Sulselbar sudah dilakukan.

"Uangnya sudah kembali ke kas negara. Itu artinya perkara itu sudah bisa ditutup," terangnya.

Sebelumnya diketahui anggaran perjalanan Dinas DPRD Makassar tahun 2018 dianggarkan dobel oleh Bendahara DPRD Makassar, Muhammad Iqbal senilai Rp 300 juta lebih.

Tindakan itu lantas menjadi temuan BPK, sehingga sejumlah anggota DPRD Makassar terpaksa mengganti uang yang diselewengkan oleh Muhammad Iqbal.

"Iya mau tidak mau, sejumlah anggota DPRD yang tidak mau direpotkan dengan sukarela mengganti uang yang diselewengkan pelaku. Ada yang Rp15 juta, ada yang Rp9 juta, macam-macam. Dan setelah terkumpul uang itu dikembalikan ke kas negara," ujar Kasi Intel, Ardiansyah Akbar.

Namun begitu karena ada sejumlah anggota DPRD yang merasa penggantian uang itu harus dibebankan pada pelaku, maka ada kekurangan senilai Rp140 juta lebih.

"Nah Kamis kemarin itu disaksikan oleh Inspektorat sudah dikembalikan ke kas negara di Bank Sulselbar. Jadi kalau perkara itu ditutup saya pikir wajar-wajar saja," pungkasnya.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Jusrianto
#Kejari Makassar #Perjalanan Dinas DPRD Makassar
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer