Senin, 03 Mei 2021 16:00

Bupati Torut: Esensi Dasar Pendidikan Harus Memerdekakan Kehidupan Manusia

Bupati Torut Yohanis Bassang saat memimpin upacara.
Bupati Torut Yohanis Bassang saat memimpin upacara.

Hardiknas membuka jendela masa depan pendidikan kedepannya.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Pemkab Torut menggelar pelaksanaan Upacara Bendera, Senin (3/5/2021). Upacara itu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei kemarin.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, upacara ini diikuti oleh Bupati Torut Yohanis Bassang, Wabup Torut Frederik Viktor Palimbong, Sekda, jajaran Pemkab Torut, Forkopimda Toraja bersama perwakilan dari siswa/siswi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Torut mulai dari SD, SMP, dan SMA.

Bupati Torut Yohanis Bassang, selaku pembina upacara membacakan pidato tertulis dari menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Anwar Makarim bahwa Hardiknas tahun ini merupakan kali kedua merayakan di masa pandemi.

Baca Juga

"Hari ini kita bangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia. Esensi mendasar pendidikan harus memerdekakan kehidupan manusia. Pendidikan di NKRI haruslah menuju arah lahirnya kebahagiaan batin serta juga keselamatan hidup," katanya.

"Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang. Saya ingin, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya, kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar," tambahnya.

Yohanis yang akrab disapa Ombas mengungkapkan bahwa bapak/ibu guru harus memberikan contoh yang baik kepada peserta didiknya.

"Kain 2 warna ini bisa berkibar seperti ini setelah melalui perjuangan yang melelahkan dan telah meregut jutaan jiwa. Tantangan bagi kita generasi penerus untuk menghargai itu," ujarnya.

Ombas menegaskan untuk upacara selanjutnya tidak boleh satupun ada yang bergerak di saat pengibaran bendera sedang berlangsung, baik kendaraan roda 2, roda 3, maupun roda 4.

"Semua harus berhenti dan memberikan hormatnya, setelah selesai barulah bisa melakukan aktivitasnya lagi. Kalau bukan kita yang menghargai lalu siapa lagi," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Ombas Hardiknas membuka jendela masa depan pendidikan kedepannya. 

"Berada di pundak masing-masing. Berlombalah meraih kesuksesan. Dunia pekerjaan sekarang membutuhkan keterampilan. Bekalilah diri dengan ketrampilan yang hebat, yang semua itu di dapat dari pendidikan. Seorang pemimpin yang hebat itu memiliki pengalaman, jangan menjadi pemimpin yang karbitan," tutupnya.

Penulis : Susanna Rulianti
Editor : Jusrianto
#Pemkab Torut #Hardiknas #Bupati Torut Yohanis Bassang
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer