Bantah Arahkan Bus Litha&Co Lewat Jalur Panga', Begini Penjelasan Satpol PP Torut
Rianto mengatakan pihaknya tidak pernah mengarahkan kendaraan untuk lewat ke Panga khususnya kendaraan besar.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Kasatpol PP dan Damkar Torut Rianto Yusuf S membantah penyataan yang menyatakan pihaknya mengarahkan Bus Litha&Co melewati jalur Panga'. Dimana, bus Litha&Co saat melewati jalur tersebut salah satu kondekturnya tersengat listrik.
Rianto mengatakan pihaknya tidak pernah mengarahkan kendaraan untuk lewat ke panga khususnya kendaraan besar.
"Jalan lewat Panga' untuk sementara tidak cocok dilalui bus karena ada jalan di dalam itu yang longsor sedikit, kemudian dahan-dahannya itu belum di potong, belum ada informasi dari perhubungan atau dari Pemda yang mengatakan bahwa bus sudah dialihkan ke Panga'. Jadi tidak ada sama sekali arahan dari kami untuk lewat ke Panga'," ujarnya, Rabu (19/5/2021).
Rianto menjelaskan pihaknya hanya menahan untuk tidak masuk ke kota karena sudah jam 6 pagi lewat.
"Kami suruh bongkar muat dan kita suruh putar balik untuk parkir di tempat cuci mobil di Bua. Tapi dia parkir ke arah Ba'tan. Anggota sibuk menahan ekspedisi yang lain, bus itu paksa masuk ke dalam," jelasnya.
Informasi yang diperoleh menyebutkan kronologi peristiwa naas ini bermula saat bus Litha & Co dengan nomor polisi DD 9214 XY yang dikemudikan oleh Sakur Pabelong hendak masuk ke Kota Rantepao pada Selasa pagi dari Makassar.
Kesaksian Sakur, tepat di pertigaan Patung Tedong Bonga, dirinya diarahkan oleh petugas Satpol PP yang sedang bertugas saat itu untuk melewati Jalur Panga untuk sampai di Terminal Bolu; tidak melalui Kota Rantepao.
Kemudian, Sakur meminta Agung untuk naik ke atap bus untuk menghalau jika ada kabel atau rintangan lain yang bisa menyentuh badan bus. Ketika bus sudah mengarah dari Ba’tan ke Panga, tiba-tiba Sakur mendengar bunyi ledakan cukup keras di atas atap bus.
Bus dihentikan. Ketika diperiksa ke atap, Agung sudah tergeletak di atap bus dan tidak bergerak. Diduga kuat, bunyi itu berasal dari hubungan arus pendek listrik tegangan menengah yang melintang di atas jalan dan dihalau Agung.
