Jumat, 16 Oktober 2020 10:55

Aktivis Desak Polsek Manggala Tangkap Pelaku Pencuri Pasir

Korban pencurian pasir Herman S.
Korban pencurian pasir Herman S.

Kanit Reskrim Polsek Manggala Iptu Syamsuddin berjanji dalam dua-tiga hari pelaku bakal diamankan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sejumlah aktivis di Makassar mendesak Polsek Manggala menangkap pelaku pencurian pasir di Jalan Borong Raya 2. Dimana, korban sudah melaporkan kejadian tersebut empat lalu namun hingga kini tak ada progres.

"Tidak boleh ada tebang pilih apalagi terkesan mentoleransi pelaku pencurian. Polsek Manggala harus tangkap itu Bonto. Hebat benar dia masih bisa berkeliaran," tegas Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (PUKAT) Sulsel, Farid Mamma, Jum'at (16/10/2020).

Jika menyimak penjelasan warga Jalan Borong Raya 2 yang menjadi korban pencurian, Herman S tersebut, maka pelakunya sangat jelas dan telah memenuhi unsur dijerat pasal pencurian.

Baca Juga

"Pelaku (Bonto) kan jelas mengambil bahan material bangunan berupa pasir milik Herman tanpa izin sehingga jelas itu dinilai sudah masuk sebagai pencurian. Apalagi pasir itu punya nilai," terang Farid.

Ia berharap penyidik tidak lagi mencoba berlama-lama dalam penuntasan kasus dugaan pencurian yang sudah 4 bulan ditangani namun tidak juga memberikan progres yang jelas.

"Penyidik harus bertindak disiplin lah. Kasus pencurian yang dilaporkan warga itu kan bukan kasus rumit malah sangat sederhana. Kok seperti sulit sekali untuk diselesaikan padahal alat bukti sudah cukup untuk tersangkakan pelaku. Keterangan saksi dan keberadaan pasir yang berpindah tempat itu kan sudah cukup jadikan Bonto sebagai tersangka," jelas Adik Mantan Waka Bareskrim Mabes Polri Irjen Pol Syahrul Mamma itu.

Ia curiga penanganan kasus pencurian tersebut sengaja diulur-ulur agar pelaku bisa kabur sejauh mungkin. Lalu kemudian nantinya menjadi alasan sebagai kendala dalam penyelesaian berkas perkara kasus tersebut.

"Sudah waktunya tinggalkan lah kebiasaan-kebiasaan lama. Penyidik harus profesional dan disiplin. Dengan begitu masyarakat masih mempercayai proses penegakan hukum khususnya di tingkat Kepolisian. Jadi intinya segera seret dan tangkap Bonto agar kejadian tidak berulang. Bukannya di Manggala itu tingkat kerawanan yang tinggi adalah kasus pencurian. Makanya jangan toleransi dengan pelaku pencurian," ungkap Farid.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Manggala Iptu Syamsuddin berjanji akan menuntaskan kasus tersebut dalam waktu dekat.

"Insya Allah dua tiga hari ini kami tuntaskan. Semua laporan yang masuk tentu ditindaklanjuti," kata Syamsuddin.

Ia mengakui penyelidikan kasus dugaan pencurian pasir yang dilaporkan oleh warga bernama Herman S tersebut sedikit lambat karena terbaginya waktu yang dimiliki oleh personil selama musim pilkada.

"Kami sedikit berbagi waktu selain dituntut menyelesaikan penyelidikan perkara, juga untuk agenda pengamanan pilkada juga. Tapi terlepas dari itu saya janji akan turun langsung menuntaskan penanganan kasus dugaan pencurian ini," terang Syamsuddin.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam penyelidikan kasus dugaan pencurian pasir itu, penyidik sudah memeriksa pihak terlapor dalam hal ini Bonto.

"Jadi saya luruskan bahwa dia (Bonto) tidak melarikan diri. Dia sudah kami ambil keterangannya juga dalam kasus pencurian yang dimaksud," jelas Syamsuddin.

Adapun mengenai masalah penahanan Baharuddin Daeng Tampa, adik kandung Hermas S. Itu, kata Syamsuddin, dilaporkan dalam substansi perkara yang berbeda yakni dugaan penganiayaan.

"Penahanan kami lakukan setelah yang bersangkutan berstatus tersangka. Dimana dalam kasus dugaan penganiayaan telah memenuhi alat bukti permulaan yang cukup," terang Syamsuddin.

Ia tak membantah adanya permohonan penangguhan penahanan yang diajukan oleh keluarga Baharuddin Daeng Tampa yang juga dijamin oleh seorang anggota dewan di Makassar.

"Cuma semua keputusan kan ada sama pimpinan. Kami hanya menjalankan perintah pimpinan saja," ucap Syamsuddin.

Penulis : Kheky
Editor : Jusrianto
#Polsek Manggala #Pencurian Pasir
Berikan Komentar Anda