Kamis, 03 Juni 2021 18:14

Ajudan Beber Kelakuan NA, Disuruh Jemput Uang Suap Hingga Ditukar ke Nomor Seri Baru

Sidang lanjutan kasus suap Agung Sucipto.
Sidang lanjutan kasus suap Agung Sucipto.

Nurdin kata Salman memang meminta kepada pihak bank untuk menyediakan uang baru (nomor seri baru) sebesar Rp 800 juta. Namun kata Salman, uang yang bisa disediakan Bank Mandiri Panakkukang saat itu hanya sekitar Rp400 juta.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ajudan Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullah akhirnya membeberkan fakta uang suap senilai Rp1 miliar dari salah seorang kontraktor, Nuwardi Bin Pakki alias H Momo yang sempat diantarnya ke rumah Nurdin Abdullah.

Dihadirkan sebagai saksi, Salman, Ajudan Nurdin yang merupakan anggota polisi itu mengungkap dirinya saat itu Minggu sekitar pukul 7.30 Wita pagi diminta Nurdin Abdullah untuk bertemu Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sari Pudjiastuti.

"Saya diminta (Nurdin Abdullah) untuk ketemu Ibu Sari. Katanya mau ambil titipan," ungkapnya.

Baca Juga

Dia kemudian menjemput Sari yang kala itu berada di Hotel The Rinra. Setelah dijemput, Sari mengarahkan Salman untuk menuju ke arah pelataran Vida View.

"Saya bersama ibu Sari di sana menunggu diparkiran Vida View. Baru kemudian sebuah mobil hitam datang dan memindahkan sebuah koper berwarna kuning ke mobil kami," bebernya.

Salman mengaku awalnya tidak mengetahui isi koper kuning tersebut, namun oleh Ibu Sari, Salman mengetahui jika isi koper tersebut adalah sejumlah uang titipan.

Selanjutnya kata Salman, uang kemudian dibawa ke seseorang pimpinan Bank Mandiri bernama Ardi. Sesuai instruksi Nurdin, uang dalam koper akan ditukarkan dengan uang baru dari bank mandiri.

Nurdin kata Salman memang meminta kepada pihak bank untuk menyediakan uang baru (nomor seri baru) sebesar Rp 800 juta. Namun kata Salman, uang yang bisa disediakan Bank Mandiri Panakkukang saat itu hanya sekitar Rp400 juta.

Uang itu kemudian dibawa ke Rumah Jabatan Nurdin Abdullah dan diletakkannya di atas meja kerjanya.

Selanjutnya Salman mengaku diminta lagi untuk mengambil sisanya Rp400 juta. Uang itu tidak lagi dalam koper, namun sudah dalam kantong plastik.

Uang itu lantas diserahkan pada Nurdin Abdullah di ruang kerjanya. Setelah itu, Salman mengaku sudah tidak tahu apa-apa lagi.

Diketahui dalam kasus ini, Agung Sucipto memang telah menyatakan akan bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap keterlibatan pihak lainnya dalam kasus suap proyek infrastruktur Sulsel. Dirinya telah mengajukan permohonan untuk menjadi Justice Collaborator (JC).

Namun belum sempat memberi kesaksian, sejumlah saksi kasus ini justru membeberkan keterlibatan dan pemberian uang dari sejumlah kontraktor.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Jusrianto
#Skandal Suap Nurdin Abdullah #Ajudan NA Bernyanyi #Agung Sucipto
Berikan Komentar Anda