Senin, 19 Oktober 2020 06:51

Depenas Sepakat UMP tak Naik di 2021, Buruh Diminta tak Ngotot

Ilustrasi
Ilustrasi

Kalangan buruh tetap mendorong agar UMP 2021 dinaikkan meski tak sebesar kenaikan sebelumnya. Mereka menyebut jika UMP tak dinaikkan artinya pengusaha memenggal hak-hak buruh.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pengusaha sudah mengusulkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2021 tak naik karena situasi ekonomi yang belum menentu. Buruh diharapkan bisa menerima keadaan ini agar perusahaan tetap bertahan.

"Kita harapkan semua bisa menerima keadaan ini. Karena situasi ekonomi memang masih terdampak pandemi. Yang dijaga sekarang bagaimana perusahaan tetap bertahan dan tidak ada PHK," ujar Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Adi Mahfudz, kemarin.

Dalam pertemuan pengusaha dan Depanas, UMP 2021 kemungkinan tidak akan naik. Kondisi ekonomi yang masih terdampak pandemi membuat pengusaha harus menyiapkan skema alternatif agar tidak terjadi PHK besar-besaran.

Baca Juga

Sementara kalangan buruh tetap mendorong agar UMP 2021 tetap dinaikkan meski tak sebesar kenaikan sebelumnya. Mereka menyebut jika UMP tak dinaikkan artinya pengusaha memenggal hak-hak buruh.

Adi mengakui situasi ekonomi belum bisa stabil sampai 2021. Karenanya, jika kenaikan upah dipaksakan akan banyak perusahaan yang terpaksa melakukan pengurangan karyawan.

"Tentu ini dampaknya lebih buruk. Kita sedapat mungkin menghindari PHK. Sehingga skema tidak adanya kenaikan UMP di 2021 menjadi opsi yang harus dipikirkan bersama," paparnya.

Adi menjelaskan, ia bersama kalangan pengusaha telah merundingkan hal ini secara bipartit. Berdasarkan bipartit, nanti baru diputuskan apakah UMP lebih rendah atau ada kenaikan. Karena dasarnya adalah bagaimana menyesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

Adi mengatakan, skema ini memang berat bagi pekerja. Tetapi ini adalah opsi paling realistis. Hanya dengan menunda kenaikan UMP, perusahaan bisa tetap melanjutkan kegiatan usaha.

"Jadi sebenarnya ini untuk kepentingan pekerja sendiri agar tetap bisa bekerja. Kalau dipaksakan situasinya bisa berbahaya dan pasti yang jadi korban adalah pekerja. Karena PHK tak bisa dielakkan," imbuh Adi..

Namun keputusan naik tidaknya UMP masih menunggu Kemenaker. Terkait UMP 2021 naik atau tidak, akan diputuskan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Kemungkinan Menaker akan memutuskannya pekan depan.

Editor : Muh. Syakir
#UMP 2021 #Buruh #Dewan Pengupahan Nasional #Kemenaker
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer