Muh. Syakir : Senin, 19 Oktober 2020 12:44
Sri Mulyani

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah membaik dalam sebulan terakhir. Selain itu beberapa indikator menunjukkan adanya tanda pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

"Ekonomi Indonesia mulai kembali bangkit pada September lalu. Ada recovery September setelah Agustus menurun dari sisi month to month (mtm). Ini tanda positif bagi pemulihan ekonomi," ujarnya di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa indikator ke arah pemulihan yang mulai tampak. Pertama neraca perdagangan yang didorong oleh momentum perbaikan ekonomi global. Neraca perdagangan non migas Indonesia tercatat surplus meski hal tersebut lebih didorong oleh impor yang tertekan cukup dalam.

Faktor lain adalah ekspor di bulan September didorong pertumbuhan migas 17,4% dan non migas 6,47% secara mtm. Begitu juga komoditas kelapa sawit dan logam kata Menkeu, memberikan dampak positif terhadap pemulihan ekonomi.

Sri Mulyani menjelaskan ada tren solid sejak Juli, Agustus dan September. Meski impor barang konsumsi mengalami penurunan. Namun hal tersebut sesuai dengan ekspektasi pemerintah.

"Sementara impor barang modal pada September 2020 yang mengalami peningkatan secara bulanan diyakini jadi sentimen positif bagi kegiatan ekonomi di dalam negeri," jelasnya.

Pengamat ekonomi Sjamsul Ridjal mengatakan, kinerja ekonomi tidak mengalami banyak perubahan. Konsumsi masyarakat masih di bawah ekspektasi jika dilihat dari besarnya relaksasi yang digulirkan selama pandemi.

"Mungkin trenny agak membaik tapi belum bisa banyak memperbaiki grafik ekonomi kita. Apalagi puncak resesi belum kita lalui. Masih ada kemungkinan terjadi kontraksi di akhir tahun," jelasnya.