Luhut Minta Jam Kerja Buruh Dipangkas, Hanya 15 Hari dalam Sebulan
Luhut meminta agar buruh hanya bekerja 15 hari dalam sebulan. Ini untuk menekan mobilitas warga agar tidak terjadi interaksi tinggi.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, banyak perubahan positif dalam 11 hari masa PPKM Darurat. Namun mobilitas warga masih harus ditekan lebih ketat.
"Salah satu yang saya usul adalah pengurangan hari kerja karyawan. Kalau biasanya mereka kerja 30 hari sekarang harus 15 hari," terang Luhut dalam rapat virtual, kemarin.
Luhut menjelaskan, selama 11 hari PPKM Darurat terlihat beberapa perubahan secara efektif. Di antaranya tingkat kesembuhan semakin naik dan perubahan dari zona hitam zona merah juga semakin banyak.
Hanya saja kata dia, masih butuh pengetatan mobilitas warga agar tidak terjadi banyak interaksi. Karenanya ini akan dimulai dengan melakukan penyesuaian jam kerja buruh.
Luhut mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah agar ada aturan baru jam kerja buruh. Luhut meminta para buruh bisa bekerja di tempat kerja 15 hari dalam sebulan.
"Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30 hari, ini jadi 15 hari. Jadi sehari di rumah, sehari di tempat kerja. Ini juga pada prinsipnya untuk menghindari para pekerja/buruh tersebut 'dirumahkan'," kata Luhut.
Menaker diminta segera membuat regulasi terkait perubahan jam kerja buruh. Hal ini agar tidak ada salah tafsir mengenai buruh harus sehari di rumah.
"WFH dan dirumahkan harap bikin saja dengan jelas, sehingga nanti bisa diterjemahkan melalui peraturan menteri atau surat edaran instruksi dari Mendagri. Jadi tidak ada penafsiran macam-macam," tegas Luhut.
Dia pun mengatakan 50 persen buruh yang harus bekerja di tempat kerja harus diperketat lagi. Dia minta ada pengaturan jam makan siang.
"Jadi jangan sampai mereka itu makan siang bersama-sama, menimbulkan kerumunan. Intinya jam makan diperhatikan, jangan sampai bertemu makan bareng. Saya serahkan ini ke Menaker Ida," tutur Luhut.
"Untuk angka (mobilitas masyarakat) kita hari ini cukup bagus, kesembuhan semakin meningkat, artinya wilayah dengan Zona Hitam berubah ke Merah, Zona Merah menjadi Zona Kuning," kata Luhut.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
