Kamis, 22 Juli 2021 15:58

Ajukan Pledoi, Agung Sucipto Menyesal Berkompromi dengan Pejabat

Lanjutan Sidang Agung Sucipto.
Lanjutan Sidang Agung Sucipto.

Kontraktor kakap spesialis pengaspalan itu mengajukan dan membacakan pledoi pribadinya dengan penuh emosi.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Drama kembali mewarnai sidang lanjutan Agung Sucipto dalam kasus suap dan gratifikasi pejabat negara untuk proyek infrastruktur jalan di Sulsel.

Kontraktor kakap spesialis pengaspalan itu mengajukan dan membacakan pledoi pribadinya dengan penuh emosi. Dia mengaku sangat menyesal atas segala perbuatan dan keputusannya berkompromi dengan pemangku jabatan.

Berikut pledoi Agung Sucipto:

Baca Juga

"Assalamualaikukum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Majelis Hakim yang saya muliakan dan Jaksa penuntut umum yang saya hormati serta Tim kuasa hukum yang saya banggakan Serta hadirin sekalian. Semoga kita semua tetap dalam Lindungan Tuhan Yang Maha kuasa".

"Majelis Hakim yang saya muliakan

Kesempatan pembacaan Pledoi ini, bukanlah bermaksud untuk menyangkal apa yang telah tersampaikan dalam persidangan yang telah berjalan. Karena pada dasarnya dari awal proses penyidikan dilaksanakan, saya telah berikrar dengan penuh kesadaran untuk bersikap kooperatif dan bekerja sama dengan penegak hukum baik pada saat proses penyidikan maupun pada saat proses persidangan berlangsung. Ada beberapa hal yang saya sampaikan yang saya anggap sebagai bentuk kerja sama dengan penegak Hukum".

Diapun kemudian mengurai satu persatu,

Berikut poin kerja sama yang dimaksud Agung:

1. Bahwa pada awal operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK, saya telah mengakui perbuatan dengan menyerahkan uang kepada Tersangka lain yaitu Edy Rahmat yang diperuntukkan untuk tersangka Nurdin Abdullah.

2. Bahwa KPK Telah menyita Uang dengan jumlah Rp2 miliar rupiah pada saat Operasi Tangkap Tangan tertanggal 26 Februari 2021. Namun atas informasi atau keterangan dari saya yang disampaikan kepada Penyidik KPK bahwa uang yang diserahkan kepada Edy Rahmat bukanlah Rp2 miliar tetapi sebesar Rp2,5 miliar, sehingga penyidik kembali menginterogasi Edy Rahmat mengenai keberadaan sisa uang sebesar Rp500 juta.

3. Akhirnya Edy Rahmat mengakui masih ada Rp500 juta yang dipisahkan dengan uang Rp2 miliar tersebut. Menurut Pengakuan Edy Rahmat, bahwa dia tidak menyampaikan secara jujur kepada Petugas KPK pada saat malam operasi tangkap tangan karena dirinya panik.

Berdasarkan informasi awal dari terdakwa Agung Sucipto dan kemudian diakui oleh Edy Rahmat, Penyidik KPK pada hari Senin tanggal 29 Februari 2021 kembali melakukan penyitaan uang sejumlah Rp500 juta dari rumah Edy Rahmat. Bahwa hal ini merupakan bagian dari upaya saya untuk turut serta membuka kebenaran dan menyampaikan peristiwa yang sebenar-benarnya.

4. bahwa secara pribadi ia meminta kepada penasehat hukum agar tidak menggunakan haknya mengajukan saksi-saksi yang meringankan dengan niat agar perkara ini segera diselesaikan dan diputuskan oleh Majelis Hakim dengan cepat. Niat saya tersebut merupakan bagian dari sikap kooperatif dan agar perkara ini mendapat kepastian hukum.

5. Bahwa untuk memudahkan proses penyidikan dan persidangan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya dalam perkara ini maka saya juga menyebut beberapa pihak terlibat dalam perkara ini. meskipun Saya memahami bahwa keputusan saya untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya mungkin akan mempengaruhi kehidupan saya dan keluarga saya dikemudian hari.

Tidak hanya itu Anggung mengatakan, Keterangan yang diberikannya itu pastinya akan menyinggung beberapa pihak. olehnya Atas hal tersebut saya sampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya. Bahwa

keputusan saya untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya merupakan panggilan hati

yang saya yakini sebagai petunjuk untuk saya agar bisa kembali ke jalan yang benar.

"Selama kurang lebih 36 tahun saya bekerja dibidang konstruksi khususnya pembangunan jalan. Banyak hal yang menjadi pembelajaran bagi saya pribadi. Khususnya tentang bagaimana cara bersikap dan berpihak menghadapi para pemangku jabatan. Saya mengakui bahwa tidak mudah mengambil sikap bagi kami yang diperhadapkan dengan para pejabat serta kepentingan-kepentingan lain," bebernya.

"Bagi saya pribadi, mecoba untuk berkompromi dengan para pemangku jabatan merupakan hal yang sangat dilematis. Di satu sisi saya harus bisa mengakomodir beberapa kepentingan para pejabat. Namun di sisi lain saya selalu memaksimalkan upaya agar menjaga hasil dan kualitas dari pekerjaan saya agar masyarakat bisa menikmati hasil yang baik dari apa yang kami kerjakan," bebernya.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Jusrianto
#Skandal Suap Nurdin Abdullah #Agung Sucipto #Pledoi Agung Sucipto
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer