Selasa, 20 Oktober 2020 22:02

Dituding Mainkan Politik Oligarki, Ridwan Bae Serang Balik Rajiun

Anggota DPR RI Ridwan Bae.
Anggota DPR RI Ridwan Bae.

Ridwan mengatakan politik dinasti dan oligarki justru dilakukan oleh Calon Bupati Muna Laode M Rajiun Tumada.

MUNA, PEDOMANMEDIA - Tak terima dituding memainkan politik oligarki di Wilayah Muna Raya (Muna dan Muna Barat) Anggota DPR Ridwan Bae menyerang balik Laode M Rajiun Tumada. Ridwan Bae mengatakan, pihaknya tak pernah melakukan politik oligarki dan dinasti.

Kata dia, Kalau pun ada keluarga dan anak-anak mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Muna dan Muna Barat hal itu bagian dari hak demokrasi.

"Keluarga dan anak-anak mencalonkan diri sebagai kepala daerah atau yang lain itu adalah hak politik. Kalau mereka terpilih itu karena rakyat menghendaki," jelas Ridwan, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga

Ridwan mengatakan politik dinasti dan oligarki justru dilakukan oleh Calon Bupati Muna Laode M Rajiun Tumada. Ketika menjabat Bupati Muna Barat, adiknya menjadi Ketua DPRD Muna Barat.

"Yang oligarki dan dinasti itu Rajiun. Sewaktu jadi Bupati Muna Barat adiknya menjabat sebagai Ketua DPRD Muna Barat. Itu yang oligarki, itu yang dinasti. Kalau saya jadi bupati Muna tidak ada adik atau kakak saya jadi ketua DPRD. Kalau anak saya bercita-cita jadi politisi dimana salahnya. Mencalonkan sebagai bupati bukan saya yang tunjuk. Artinya semua berhak untuk maju. Kalau terpilih berarti dikehendaki oleh rakyat, bukan karena dinasti," jelasnya.

Ia menyarankan kepada Rajiun agar berkampanye dengan menjual program dan tidak melakukan black campaign.

"Saran saya mereka kampanye menjual program. Jangan saling menghujat. Ingat saya tidak ganggu Rajiun. Jadi jangan menghujat dengan caranya yang tidak populis. Bahkan menunjukkan arogansi seorang pemimpin yang tidak disukai oleh masyarakat kita. Jangan menutupi kekurangmu di Muna Barat. Jangan menutupi kelemahamu dalam pembangunan, soal kesejahteraan rakyat dan prospek dalam membangun daerah. Kerjamu hanya mencaci maki orang," ucapnya.

Menurut Ridwan, cara-cara seperti itu tidak diinginkan oleh masyarakat Muna. Yang pasti orang Muna tak suka dengan orang yang kejam dan sadis. Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Muna agar tidak memilih pemimpin yang kejam dan sadis.

"Saya tidak menyebut Rajiun kejam. Yang menyimpulkan itu Anda. Buanglah cara seperti itu. Karena cara ini sungguh tidak diinginkan oleh masyarakat karena rakyat sekarang sudah cerdas. Rakyat sudah tahu figur mana yang pantas memimpin. Orang Muna tidak suka orang kejam. Saya tidak tahu siapa orang yang kejam itu. Rakyat saat ini menghendaki pemimpin teduh dan santun," jelasnya.

Ridwan juga mempertanyakan motivasi Rajiun bertarung di Pilkada Muna.

"Saya tidak tahu apa motivasi Rajiun masuk di Muna. Apakah karena tinggi anggarannya atau APBD-nya atau karena di Muna Barat tidak ada kantornya dan di Muna kantor dan rujabnya lebih lengkap. Apa yang dikejar Rajiun di Muna sejauh ini saya tidak tahu apa motivasinya," tanyanya.

Ia pun menyayangkan pertarungan Rajiun yang berlawanan dengan Rusman. Sebab kedua figur ini merupakan aset di Muna. Mestinya Rajiun tetap konsen membangun Muna Barat dan Rusman membangun Muna.

"Kedua figur ini saya sayang. Makanya saya sangat sesalkan mereka saling berhadapan di Pilkada Muna. Ketika mereka sudah berlawanan pasti ada yang dirugikan. Jadi masuknya Rajiun pada Pilkada Muna adalah pengalaman terburuk dalam sejarah perpolitikan di Pulau Muna. Mudah-mudahan peristiwa ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," harapnya.

Penulis : La Ode Biku
Editor : Jusrianto
#Pilkada Muna #Ridwan Bae #Politik Oligarki #Rajiun M Laode
Berikan Komentar Anda