BARRU, PEDOMANMEDIA - Seorang anak kelas delapan di Tanete Riaja Kabupaten Barru, bernama UH ditemukan tewas di perkebunan warga setelah dua hari dinyatakan hilang, Tak pulang ke rumah sejak 26 Agustus lalu.
Setelah lama dicari, keluarga yang khawatir kemudian lari menemui petugas kepolisian dan melaporkan kejadian itu. Tim pun kemudian melakukan tindak lanjut dan menyatakan korban hilang. Sehingga dicari dengan dibantu warga.
Korban akhirnya ditemukan pada pukul 7.00 Wita di sebuah kebun warga di Waenugnge, dusun Lisu desa Lompo Tengah Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Mendapati itu, kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan bukti keterlibatan pacar korban.
Pelaku yang juga sebaya dengan korban kemudian mengakui dalam Berita acara pemeriksaan, bahwa dirinya sempat menyerang korban dengan kedua tangannya dibagian leher.
"Itu dikarenakan permintaannya untuk menggugurkan kandungan korban ditolak. Dia pun mengaku gelap mata dan menyerang leher korban hingga meregang nyawa," ujar Kapolres Barru, AKBP Liliek Tribhuwana, Sabtu (28/8/2021).
Tidak hanya itu, setelah jatuh lemas akibat leher tercekik pelaku kemudian diduga menghajar korban dengan batu hingga tersungkur tidak berdaya.
Selanjutnya lantaran takut teridentifikasi, handphone korban dibawanya dan dibuang ke sungai Mangottong Desa Lompo Riaja Kec. Tanete Riaja Kab. Barru.
Akibatnya saat ini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya dan menunggu kasusnya disidangkan.
BERITA TERKAIT
-
Sadis! Ayah-Anak di Maros Bunuh Ipar
-
Pelaku Pembunuhan Warga Laputen Wajo Menyerahkan Diri ke Polisi
-
Baru 3 Hari Menjabat, Kasat Narkoba Polres Bone Tangkap 8 Pelaku Sabu
-
Pria Asal Toraja Dibunuh Orang tak Dikenal di Yahukimo Papua Pegunungan
-
Anak Diduga Bunuh Ibu Kandungnya di Depok, Ayah juga Kritis Dibacok