HARI ini PEDOMANMEDIA genap berusia tiga tahun. Usia ini menjadi momentum menuju lompatan besar di masa depan.
Tidak mudah melewati waktu yang tiga tahun. Kompetisi media dan perubahan selera publik terhadap eksistensi media massa membuat PEDOMANMEDIA harus melewati berbagai perubahan.
Saat berusia dua tahun, PEDOMANMEDIA melakukan transformasi fundamental. Transformasi dilakukan dengan mengubah brand Pedoman Sulsel menjadi PEDOMANMEDIA.
Perubahan ini menjadi tonggak perubahan kami. Tak hanya nama, perubahan tagline juga dilakukan. 'Cermin Indonesia' menjadi pilihan tagline baru.
Cermin Indonesia adalah tagline yang bermakna filosofis. Tagline ini mencerminkan sebuah spirit. PEDOMANMEDIA tak ingin hanya berada di Sulsel tapi juga menjangkau jauh ke seluruh negeri.
"Kami memilih tagline Cermin Indonesia karena kami ingin menjangkau seluruh Nusantara lewat sajian berita. Kami sadar ini tidak mudah, tapi kami sedang berjuang menuju ke sana," ujar CEO PEDOMANMEDIA, Gusti Palumpun.
Terbukti setelah transformasi, PEDOMANMEDIA lambat laun mendapat animo pembaca di luar Sulsel. Dimulai dengan hadirnya biro-biro baru di Sulawesi hingga ke Maluku. Bahkan kini telah menjejak tanah Papua.
PEDOMANMEDIA juga menunjukkan eksistensi dalam mengolaborasi media online dan media cetak. Di tengah tergerusnya industri media konvensional, majalah PEDOMANMEDIA bisa tetap eksis.
"Di sini kami membuktikan bahwa media konvensional belum benar benar habis. Ruang-ruang untuk hadir di tengah pembaca masih terbuka," terang Gusti.
Gusti mengatakan, majalah PEDOMANMEDIA bisa tetap hidup karena dua hal. Pertama, kemampuan merawat pangsa pembaca.
PEDOMANMEDIA dalam menjaga pangsa pembaca senantiasa menyajikan trust. Lalu mempertahankan gaya bahasa yang sederhana, yang merepresentasi semua kelompok pembaca.
Kedua kata Gusti, PEDOMANMEDIA senantiasa mengedepankan independensi. Dalam menyajikan berita, menunjukkan keberpihakan pada kebenaran.
"Eksistensi majalah juga bisa kita pertahankan karena kekuatan media online. Media online kita mampu berkompetisi. Baik dalam kecepatan maupun dalam akurasi," tuturnya.
Terverifikasi Faktual
Tahun 2021 juga menjadi tahun istimewa bagi PEDOMANMEDIA. Tahun ini dua media kami, majalah dan online telah resmi terverifikasi faktual oleh Dewan Pers. Sebuah lompatan yang tentu sangat istimewa.
Akan tetapi status verifikasi faktual bukan muara akhir dari kerja kerja jurnalistik kami. Tantangan yang dihadapi PEDOMANMEDIA saat ini lebih kolektif. PEDOMANMEDIA dituntut siap menghadapi perubahan peradaban.
Pemimpin Redaksi PEDOMANMEDIA Muhammad Syakir mengatakan, secara administratif kita telah selangkah lebih maju. Tetapi masih banyak PR yang belum tuntas.
"Tantangan terbesar kita sekarang adalah mencetak jurnalis andal. Jurnalis yang bisa melahirkan berita dengan trust," katanya.
Menurut Syakir, trust hanya bisa lahir dari jurnalis yang berintegritas. Dan ini yang sekarang diperjuangkan bersama.
BERITA TERKAIT
-
Beritakan Judi Sabung Ayam di Tator, Jurnalis Pedoman Media dapat Ancaman Pembunuhan
-
Pegadaian Makassar Galang Program Ajak Anak Jadi Pahlawan Lingkungan
-
Kemenangan Perdana, PSM Makassar Bungkam Persebaya Surabaya 3-1
-
Dimintai Penjelasan Dana Reses Masa Pandemi, Ketua DPRD Bulukumba: Klarifikasinya ke Sekwan atau Polda
-
Kejari Makassar Sukses Gelar Vaksinasi Tahanan, Kasi Pidum: Ada Kendala NIK Tapi Disdukcapil Membantu