Muh. Syakir : Sabtu, 11 September 2021 08:49
Amran Sulaiman dan SYL jadi tokoh KTI di Pilpres 2024.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Syahrul Yasin Limpo dan Amran Sulaiman menjadi representasi Indonesia Timur di Pilpres 2024. Berikut ini analisis politik kekuatan keduanya.

Pengamat politik Juanda H Alim melihat, SYL-Amran memiliki plus minus yang sepadan. Namun ada variabel yang membuat tingkat keterpilihan Amran bisa leading.

"Di Sulsel SYL unggul karena histori politiknya. Tapi di KTI Amran punya kans lebih. Ada faktor-faktornya," terang Juanda.

Jumat kemarin Index Indonesia dalam survei menempatkan Amran Sulaiman sebagai calon wakil presiden paling kompetitif dari luar Jawa. Amran menyisihkan dua tokoh utama KTI, Syahrul Yasin Limpo dan Anis Matta.

Survei ini menyorot kecenderungan pemilih di wilayah Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan dengan jumlah pemilih kurang lebih 30 juta orang.

Yang menarik, ada nama Amran Sulaiman dalam tiga besar cawapres dengan elektabilitas tertinggi. Amran hanya diungguli oleh Agus H Yudhoyono dan tokoh NU Muhaimin Iskandar.

Elektabilitas Amran ada di angka 9,3%. Amran bahkan unggul dari Mentan SYL dan Tito Karnavian.

Juanda melihat, variabel naiknya keterpilihan Amran karena rekan jejak saat menjabat Mentan. Amran dinilai mampu memberi porsi lebih pada program pertanian KTI kala itu.

"Dan ini histori politik yang menguntungkan dia. Timing-nya bagus," katanya.

Kedua, lanjut Juanda, sejauh ini belum muncul tokoh nonpolitik dari KTI. Di bagian ini, Amran unggul secara persepsi.

Karena ia dianggap merepresentasi elektoral nonpolitik.

Di mana sebut dia, tokoh nonpolitik kecenderungannya lebih diinginkan di posisi cawapres ketimbang tokoh politik.

"Ada kecenderungan di posisi cawapres ini lebih mendorong tokoh nonpolitik. Di sini Amran unggul atas SYL," paparnya.

Selain itu, sokongan pada Amran lebih merata pada semua elemen. Bukan saja kalangan sentralistik di bidang pertanian. Tapi juga pengusaha, hingga milenial.

Amran juga lebih kental sebagai representasi KTI ketimbang dalam lingkup Sulsel saja. Berbeda dengan SYL yang condong hanya mewakili Sulsel.

Menurut Juanda, Amran memiliki modal bagus menatap posisi cawapres.

"Secara finansial dia juga lebih siap," ujarnya.

Sementara itu, Jaunda memaparkan kans SYL. kata dia, SYL unggul pada dan histori.

SYL juga memiliki pemilih riil yang lebih besar dari Amran. Hanya saja dengan embel embel Partai Nasdem, kans SYL di posisi cawapres cenderung lebih pipih.

"Karena itu tadi. Pemilih lebih menginginkan tokoh nonpolitik. Di sini SYL sulit," jelasnya.

"Nama lain yang juga menonjol sebagai calon wakil presiden adalah Tito Karnavian yang merepresentasikan Sumatera," jelasnya.

Hasil survei juga menunjukkan Amran Sulaiman bisa memberi efek elektoral signifikan jika dipasangkan dengan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Pada Anies, katanya, ketika dipasangkan dengan Andi Amran, elektabilitasnya naik menjadi 35,1 persen dari 30 persen sebelum berpasangan. Bahkan ketika berpasangan dengan Anies, posisi elektabilitas pasangan ini menduduki puncak keterpilihan paling besar.

Begitu pula dengan elektabilitas Ganjar yang naik menjadi 24,3 persen dari sebelumnya 23,8 persen.

Amran menurut survei memiliki tingkat akseptabilitas tinggi yakni 76,0 persen. Juga potensi elektabilitas hingga 34,2 persen dan paling elektabel dari seluruh figur yang berasal dari Kawasan Timur Indenesia (KTI) seperti Syahrul Yasin Limpo dan Anies Matta.