TATOR, PEDOMANMEDIA - Kabar terkait porak-porandanya kebun Usa Rante Allo (73) yang digilas alat berat proyek jalan tani seorang kontraktor akhirnya sampai ke telinga Lurah Tarongko, Sabtu (11/9/2021).
Selaku pejabat pemerintahan setempat, tepatnya di Kelurahan Tarongko, Daniel Linggi Allo mengaku tidak tahu menahu soal proyek jalan tani di daerah tersebut.
"Waduh kenapa ada seperti itu pak, jujur saya tidak pernah mendapat informasinya dari pihak kontraktor mau pun dari pihak dinas terkait," akunya saat dikonfirmasi awak Pedoman media.
Dia juga mengaku tidak mengetahui jika ada kebun milik warganya yang porak-poranda akibat diterobos oleh alat berat. Sebab yang bersangkutan tidak melapor.
"Saya tidak tahu kalau ada warga saya mendapat perlakuan seperti itu," ujarnya.
Kendati begitu Daniel berjanji akan segera turun ke lokasi untuk mencari tahu kasus tersebut. Termasuk mencari tahu siapa pihak yang mengerjakan proyek di wilayahnya tanpa izin.
"Iya pak, nanti saya turun kelapangan untuk mencari tau siapa yang punya proyek itu, karena jujur, tidak ada laporan pengerjaan proyek. Padahal seharusnya melapor dulu," janjinya.
Dikabarkan sebelumnya, seorang petani lansia Usa Rante Allo (73) mengeluh usai mendapati kebun sayur dan cabai miliknya rusak parah akibat digilas alat berat.
Semua tanamannya porak-poranda, layu dan patah-patah akibat digilas roda alat berat yang diduga sengaja dikerahkan seorang kontraktor pekerja proyek di sekitaran desa tempatnya berkebun.
Dia begitu sedih, Sayur dan cabai yang seyogyanya akan dijual untuk kelangsungan hidupnya itu, kini telah rata dengan tanah.
Dia bercerita jika tanah yang ditanaminya awalnya adalah sawah, sejak awal sawah itu menghidupi dirinya dan suaminya. Hanya saja, karena tubuhnya dimakan usia. Dia dan suaminya hanya bisa menanam sayuran dan cabai.
"Begini nak awalnya ini sawah, tapi karena suami saya sudah lanjut usia dan saya juga sudah lanjut usia sehingga saya jadikan sebagai kebun, untuk saya tamami sayur dan lombok, Tapi baru sebagian kita panen, besoknya tanaman kita itu sudah rata dengan tanah," terangnya
Dia mengakui kondisi kebunnya saat ini porak-poranda, dia rugi waktu, tenaga dan pupuk.
Saat menanyakan hal itu, dia makin kaget, sebab kebunnya dikatakan akan dijadikan jalan tani, padahal sebelumnya tidak ada kabar dari pemerintah setempat bahwa akan ada pembangunan jalan yang dimaksud.
"Tidak ada yang kasih tau, tiba-tiba saja alat berat muncul," pungkasnya.
Diketahui hingga berita ini ditayangkan baik perangkat desa hingga pelaksana proyek dan operator alat berat belum memberikan keterangan terkait hal tersebut.
BERITA TERKAIT
-
Media Siber PEDOMANMEDIA Resmi Terverifikasi Faktual
-
Bantahan NA Bukan Fokus Pembuktian, Jaksa KPK: Faktanya Ada Pemberian Uang
-
Forum Advokasi Masyarakat Sipil Desak Kejati Sulsel Usut Reses Fiktif DPRD Bulukumba
-
Miris, Pembangunan Jalan Tani Sengsarakan Petani di Toraja
-
Disurati Perindo, Hanura: Yulius Paturu' Bukan Lagi Anggota dan Pengurus Partai