Minggu, 19 September 2021 09:02

Jalan Panjang Ali Kalora: Bantai Satu Keluarga, 5 Tahun Diburu, Kini Ditembak Mati

Ali Kalora (int)
Ali Kalora (int)

Ali Kalora adalah teroris paling dicari sejak 5 tahun silam. Ia didapuk menjadi pimpinan MIT menggantikan Santoso.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ali Kalora, pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam kontak tembak di pegunungan Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, kemarin. Ali Kalora diburu sejak 2016.

Kontak tembak terjadi antara kelompok Ali Kalora dengan Satgas Madago Raya sepanjang Sabtu sore. Selain Ali, seorang rekannya bernama Jaka Ramadhan juga dilaporkan tewas.

Ali adalah teroris paling dicari sejak 5 tahun silam. Ia didapuk menjadi pimpinan MIT menggantikan Santoso yang tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, 2016 silam.

Baca Juga

Berikut kisah perburuan Ali Kalora.

Tertembak 4 Maret 2021

Kontak senjata antara Satgas Madago Raya dengan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora 4 Maret 2021 menewaskan dua anggota teroris. Ali Kalora juga dilaporkan tertembak dan kini dalam perburuan.

Ali Kalora diburu di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara. Di lokasi inilah pada Senin (1/3/2021) sekitar pukul 16.30 Wita, terjadi kontak tembak.

Satgas Madago Raya melaporkan, Ali Kalora terluka tembak namun masih mampu melarikan diri. Ada beberapa pentolan MIT lainnya yang ikut bersama Ali Kalora. Saat itu mereka dilaporkan terkurung di Pegunungan Andole.

Dalam kontak senjata saat itu dua anggota Ali tewas. Masing masing Haerul alias Irul dan Samir alias Alfin. Irul diketahui merupakan menantu dari eks pimpinan MIT, Santoso.

Irul tewas setelah bom di tangannya meledak. Sementara Samir tewas tertembak.

Bantai Satu Keluarga

Ali Kalora diduga bertanggung jawab atas pembantaian satu keluarga di Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Aparat kini tengah memburu Ali Kalora cs.

"Hasil olah TKP pembunuhan dilakukan kelompok sipil bersenjata MIT. Dia membunuh dengan sadis 4 orang yang masih satu keluarga," ujar Kapolda Sulteng Irjen Abd Rakhman Baso, Sabtu (28/11/2020).

Menurut Kapolda, peristiwa pembantaian terjadi Jumat pagi. Saat itu warga sedang beraktivitas saat kelompok Ali Kalora datang dan mulai meneror warga. Warga desa banyak yang melarikan diri ke dalam hutan karena takut menjadi korban pembantaian.

Keempat anggota keluarga yang tewas dalam aksi pembunuhan sadis itu antara lain adalah pasangan suami istri (pasutri), dan anak perempuannya, serta sang suami atau menantu dari pasutri.

Dikepung dan Lolos

Pada 2020 silam usai membantai satu keluarga, aparat gabungan Satgas Tinombala melakukan pengejaran terhadap Ali Kalora cs. Ali dikepung di hutan Palolo namun berhasil lolos.

"Perburuan terus dilakukan. Tempat tempat yang diduga jadi lokasi pelarian mereka sudah disisir. Sedang dilakukan pengepungan oleh Satgas Tinombala," ujar Menko Polhukam Mahfud MD, Ahad (29/11/2020).

Editor : Muh. Syakir
#Ali Kalora #Teroris MIT #Ali Kalora Tewas
Berikan Komentar Anda