Jumat, 24 September 2021 11:06

Kisruh DAU Tator Berlanjut, Camat Makale-BPKAD Saling Tuding

Letris Parubak
Letris Parubak

Margaretha membantah jika DAU disebut belum cair. Anggaran ini menurutnya, bahkan telah dimanfaatkan seluruhnya oleh kelurahan.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Camat Makale Letris Parubak menepis klaim BPKAD Tana Toraja yang menyebut anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) telah disalurkan seluruhnya ke kecamatan. Letris mempersilakan polisi mengusutnya jika memang ada.

"Saya kan merasa benar, jadi ngapain saya takut diperiksa. Yang saya takutkan kalau saya melakuan penyelewengan di situ, kalau tidak buat apa saya takutkan. Toh kalau memang saya salah silakan lakukan prosesnya tapi yang pastinya bahwa saya tidak pernah mengadakan penyelewengan," ketus Letris menjawab klaim BPKAD, Kamis (23/9/2021).

Sebelumnya Kepala BPKAD Tator Margaretha Batara menipis pernyataan Camat Makale Letris Paruba' yang menyebut anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) untuk kecamatan belum cair. Margaretha mengklaim DAU telah disalurkan 100%.

Baca Juga

"Jadi begini, anggaran DAU Tana Toraja tahun 2019 itu sebanyak Rp14 miliar lebih. Dana tersebut diberikan kepada semua kecamatan dan seluruhnya sudah cair," kata Margaretha, Kamis (16/9/2021).

Margaretha menyebutkan, dana tersebut disalurkan ke kantor kecamatan, kemudian kecamatan menyalurkan ke kantor kelurahan. Dalam penyaluran DAU, SPM diajukan sendiri oleh kecamatan.

"Dananya dibawa ke kantor kecamatan kemudian kecamatan yang menyalurkan ke kantor kelurahan. Kecamatan yang membuat SPM, dan kecamatan juga yang menjadi panitia pelaksana teknis kegiatan (PPTK)," terang Margaretha.

Karena itu Margaretha membantah jika DAU disebut belum cair. Anggaran ini menurutnya, bahkan telah dimanfaatkan seluruhnya oleh kelurahan.

Kembali ke Letris. Ia mengatakan bahwa pihaknya menunggu saja hasil pemeriksaan seperti apa. Ia menyerahkan semua pada proses hukum.

"Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya seperti apa. Apakah saya salah atau tidak, tapi yang pastinya saya tidak pernah melakukan penyelwengan anggaran," bebernya.

Anggaran DAU Tator menjadi prokontra setelah diusut oleh Polres Tator. Pengusutan terkait adanya dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran.

Sejumlah camat dan lurah di Tana Toraja telah diperiksa. Namun para camat membantah telah menerima DAU. Mereka mengklaim DAU 2019 tak terbayarkan.

Camat Makale Letris Parubak saat dikonfirmasi PEDOMANMEDIA, membenarkan adanya pengusutan terkait penggunaan DAU 2019. Hanya saja mereka mengaku bingung ketika masalah ini digiring ke ranah hukum karena anggaran tersebut sama sekali tak mereka terima.

"Saya juga bingung karena anggaran ini antara ada dan tiada. Baru anggarannya tidak ada masuk di kecamatan, na apa mau kami bikin," katanya.

Letris menjelaskan, anggaran yang ada di masing-masing kecamatan tahun 2019 sebesar Rp420 juta per kelurahan. Rp420 juta ini sudah ada di bulan Januari sampai Desember. Sama sekali tidak ada dana tambahan yang masuk.

"Sementara ini kan DAU. Pada dasarnya namanya DAU tambahan ya bahasanya saja DAU tambahan," jelasnya.

Menurut Letris, hasil pemeriksaan tidak ada temuan sama sekali.

"Karena memang tidak ada uang yang kami terima, namun dari pihak keuangan mereka menganggap bahwa dana APBD itu sudah inklud dalam anggaran dana DAU tambahan," ucapnya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Kasus DAU Tator #Camat Makale #Pemkab Tator
Berikan Komentar Anda