MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ratusan paket dos bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak bencana tak layak dikonsumsi (kedaluwarsa) menumpuk di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, karena tak disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Muhyiddin mengatakan, bantuan sembako tersebut merupakan pengadaan anggaran pada 2020 lalu. Sebelum dimusnahkan akan diaudit oleh Inspektorat.
"Kita laporkan dulu, kita hitung berapa jumlahnya nanti kita suruh audit. sebenarnya ini barang tidak mungkin disalurkan. Jadi sebelum kita musnahkan kita menyurat ke inspektorat untuk melakukan audit," ujarnya saat dihubungi, Senin (8/11/2021).
Ia mengatakan, saat ini pihaknya belum menurunkan sembako tersebut di dalam mobil, sebab tidak ada tempat untuk disimpan.
"Saya belum turunkan di mobil karena tidak ada tempat, nanti kalau dikasih turun lagi pasti saya hitung khusus. Baru sampelnya dihitung. Kalau sampelnya tadi ada 22 dos," katanya.
Ia mengatakan, ada beberapa sembako juga sudah rusak dan hancur sehingga tidak bisa dihitung.
Selanjutnya, Dinsos akan menyerahkan bansos tersebut ke Inspektorat untuk melakukan audit. Termasuk jumlah yang sudah tersalurkan ke masyarakat.
"Ada yang sudah membusuk dan hancur itu kita tidak bisa hitung yang jelasnya nanti kita akan audit. Biarkan pihak Unspektorat yang hitung nanti kita cocokkan. Termasuk pengadaan tahun berapa, berapa yang tersalurkan dan berapa yang tidak. Setelah itu kita musnahkan," tutur Muhyiddin.
Muhyiddin menjelaskan, bansos tersebut diperuntukkan untuk masyarakat yang terdampak bencana. Khususnya warga yang bermukim di pulau yang tidak bisa dijangkau banyak orang.
"Bantuan untuk program bencana, macam-macam untuk masyarakat Kota Nakassar, bukan saja bencana kebakaran, banjir tetapi situasi alam yang perlu diperhatikan. Kelompok marginal yang ada di pulau yang terdampak dengan cuaca yang tidak melaut," terangnya.
Ia mengakui adanya kerusakan pada manajemen Dinsos yang lalu. Muhyiddin mengatakan akan memperbaiki pelayanan masyarakat, khususnya untuk penyaluran bansos kedepanya.
"Insyallah kita akan perbaiki kedepan soal itu, yang jelas ada kesalahan dalam penyaluran pada tahun lalu," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Mobil Patroli Dinsos Makassar Diserang Usai Tertibkan Anjal, Pelaku Ditangkap
-
Dewan Makassar Soroti Tenaga TKSK Dinsos
-
Bakrie Centre Foundation-Yamali TB Sulsel Berbagi Nutrisi Pasien TBC
-
Sudah 6.000 Janda di Makassar Masuk Daftar PKH, Ada Korban Kekerasan
-
Satpol PP dan Dinsos Makassar Bongkar Kasus Prostitusi Online di Bawah Umur