Muh. Syakir : Selasa, 07 Desember 2021 19:48
Polda Sulsel menunjukkan barang dari hasil penangkapan 7 pelaku penyerangan asrama mahasiswa di Makassar.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Polisi berhasil menangkap tujuh pelaku penyerangan Sekretariat BEM Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) dan dua asrama mahasiswa. Mereka ditangkap setelah pengejaran hampir sepekan.

"Mereka ditangkap dari berbagai daerah di Sulsel. Yakni di Makassar, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Bone," terang Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, dalam keterangan resmi di Aula Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Selasa (7/12/2021) sore tadi.

Selain menangkap tujuh pelaku itu, kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya samurai, anak panah, badik, senjata api rakitan, pecahan bom molotov, dan sejumlah barang bekas pembakaran yang dilakukan pelaku.

Adapun pengungkapan kasus ini, kata Irjen Nana, pihaknya melakukan langkah dengan membentuk tim khusus yang terdiri dari Reskrim Polrestabes Makassar diback up Reskrimum Polda Sulsel dan Intelkam Polda Sulsel.

"Jadi pelaku yang diamankan ini, hanya sebagian dari beberapa orang yang melakukan penyerangan terhadap Sekretariat Fakultas Pertanian UIM, Asrama IPMIL dan KEPMI Bone. Mereka ditangkap di tiga daerah di Sulsel," ungkap Irjen Nana.

Jenderal bintang dua ini menerangkan, bahwa para pelaku yang ditangkap saling berkaitan dengan penyerangan awal di Sekretariat BEM Fakultas Pertanian UIM. Kemudian merembet ke Asrama IPMIL dan KEPMI Bone.

“Jadi kasusnya saling berkaitan yang di mana TKP awal itu di Sekretariat BEM Fakultas Pertanian UIM, kemudian disusul ke TKP kedua Asrama IPMIL Jl Sungai Limboto Lr 37 dan terakhir di TKP ke tiga di Asrama KEPMI Bone Jl Sungai Limboto Lr 39," kata Nana.

Adapun untuk penyerangan di TKP awal, lanjut Irjen Nana, pihaknya melakukan penangkapan terhadap lima pelaku dengan berbagai peran yang dijalankan mulai dari penghasut, pelaku penyerangan hingga penyedia senjata tajam.

Kelima pelaku yang ditangkap itu masing-masing berinisial MAM berperang sebagai provokator penyerangan. Kemudian inisial MG yang turut andil penyerangan Fakultas Pertanian UIM dan terlibat pengeroyokan.

Sementara pelaku Y dan W berperang menyembunyikan barang bukti berupa papporo serta parang dan MR perannya yang juga turut menyerang dan penyedia senjata tajam. Sebab saat digeledah di persembunyiannya ditemukan badik di badannya.

"Jadi korbanya pada saat penyerangan di Sekretariat BEM Pertanian yakni Arham. Motifnya penyerangan itu dilatarbelakangi sakit hati karena korban minta data mahasiswa baru. Namun wakil ketua BEM minta agar dibuatkan dulu surat tertulis, jadi mereka jengkel," beber Irjen Nana.

Kemudian untuk TKP kedua, lanjut Irjen Nana, yakni penyerangan pada Asrama IPMIL. Di situ, kata Nana, ada dua pelaku yang baru berhasil diamankan. Masing-masing berinisial EKP dan ASS.

mereka berperang berbeda dalam aksi ini.

“EKP berperang membawa bom molotov dan melempar Asrama IPMIL, sementara ASS ini pengatur strategi penyerangan serta turut melakukan penyerangan ke Asrama IPMIL. ASS ini lah yang menjadi koordinator penyerangan di Asrama itu. Jumlah personelnya ditaksir sekitar 21 orang. Dan di situ korbannya bernama Said," kata Irjen Nana.

Selanjutnya untuk TKP ketiga, lanjut dia,

aksi penyerangan dilakukan di Asrama KEPMI Bone. Penyerangan ini, kata Irjen Nana, masih ada kaitannya dengan kasus TKP satu dan dua.

Adapun pelaku yang diamankan di TKP tiga ini yakni berinisial W perangnya menyembunyikan papporo dan terlibat penyerangan di TKP 1 dan pelaku Y perangnya sama dengan W.

“Jadi mereka ini kami tangkap di lokasi dan waktu yang berbeda. Dan semua terduga pelaku yang ditangkap masih berstatus mahasiswa. Mereka melakukan penyerangan baik dari daerah mahasiswa Luwu dan Bone karena solidaritas tinggi antara sesama daerahannya,” ungkap Irjen Nana.

Lebih jauh, Mantan Kapolda Metro Jaya ini menyebut bahwa saat ini tujuh pelaku yang ditangkap sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya.

"Kami sudah naikkan status para pelaku ini jadi tersangka. Dan pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang terlibat," terang Irjen Nana.