Selasa, 03 November 2020 15:54

Mahasiswa UINAM Dianiaya dan Dikeroyok OTK di Bundaran Samata Gowa, Tiga HP Raib

Akbar, Korban pengeroyokan di Bundaran Samata.
Akbar, Korban pengeroyokan di Bundaran Samata.
Akbar, Korban pengeroyokan di Bundaran Samata.
Akbar, Korban pengeroyokan di Bundaran Samata.
Akbar, Korban pengeroyokan di Bundaran Samata.
Akbar, Korban pengeroyokan di Bundaran Samata.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan mengaku masih melengkapi administrasi penyidikannya. Berikan kesempatan penyidik untuk menyelidiki kemudian menyiapkan administrasi penyidikan

GOWA, PEDOMANMEDIA - Salah seorang mahasiswa UIN Alauddin Makassar (UINAM) Akbar (22) menjadi korban pengeroyokan membabi buta di Bundaran Samata, Gowa, Selasa (3/11/2020) dini hari. Akibatnya, Akbar mengalami luka di sekujur tubuhnya dan sempat tak sadarkan diri hingga dilarikan ke rumah sakit.

Akbar menceritakan, kejadian tersebut berawal saat sepupunya bernama Mardianto (22) dari arah Antang, Kota Makassar hendak menuju ke Pattallassang, Gowa. Tiba-tiba datang orang tak dikenal mengendari 3 motor langsung menghadang Mardianto.

"Tiba-tiba spupuku ditahan dan dipukul secara membabi buta tapi lompatki. Kemudian dihadang lagi di depan Pertamina baru dipukuli secara membabi buta. Tapi ada 1 orang yang mengamankan Mardi kemudian disuruh pergi," kata Akbar menceritakan kronologinya, Selasa (3/11/2020).

Baca Juga

Namun, motor Mardi tertinggal di sekitaran Bundara Samata. Saat itu, Mardi menghubungi dirinya untuk dijemput dan melapor ke Polsek Somba Opu.

"Setelah sampai di Polsek Somba Opu, aparat menyuruh untuk visum dulu baru melapor, kemudian saya dan Mardi bersama delapan orang rekannya kembali mengambil motor di warung tersebut takutnya motor jadi sasaran," jelasnya.

Setibanya di TKP, Akbar dan sembilan orang rekannya bertanya ke pemuda di TKP terkait siapa yang memukul sepupunya tersebut.

"Disitu tidak ada yang mengaku, pas teman-teman berbalik badan diserang dengan mengunakan busur dan badik. Temanku lari semua, saya mami yang tertinggal. Seingatku saya dipukuli batu dan balok hingga tak sadarkan diri," jelasnya.

"Tidak cuma memukul dia juga mengambil HP 3 buah dan tas 2 berisi HPku dan kedua temanku. Enam motor dirusak sama pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang lebih," jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya masih melengkapi soal kelengkapan administrasi.

"Masih melengkapi administrasi penyidikannya. Berikan kesempatan penyidik untuk menyelidiki kemudian menyiapkan administrasi penyidikan," jelasnya.

Ia mengatakan, laporan tersebut baru masuk tanggal pada 3 November hari ini dan masih dalam proses.

"Ya masalah itu nanti ditunggu pak, tunggu dulu penyelidikan, ini kan baru dilaporkan ndak mungkin ada langsung perkembangan," pungkasnya.

Penulis : Kheky
Editor : Jusrianto
#Pengeroyokan #Penganiayaan #Polres Gowa
Berikan Komentar Anda