Keluarga Ungkap Kematian Andi Lolo: Penuh Lebam, Tangan Patah, Ada Tusukan di Kepala
Maryam menuturkan, kematian suaminya tidak wajar. Selain luka lebam, ada juga bekas tusukan jarum di kepala.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kematian Andi Lolo, warga binaan Lapas Narkoba Bollangi, Gowa, Sulawesi Selatan, masih menyisakan teka-teki. Keluarga pun mengungkap banyak fakta mengejutkan.
Maryam, istri Andi Lolo mengungkapkan, suaminya mengalami banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Tangan sebelah kanan sudah patah seperti orang struk. Tulang pinggang dan punggungnya juga seperti patah.
"Saya saja tidak kuat liat," ucapnya, Jumat (7/12/2021).
Maryam menuturkan, kematian suaminya tidak wajar. Selain luka lebam, ada juga bekas tusukan jarum di kepala.
"Banyak luka lebam mulai tangan dan punggung, serta ada tusukan seperti bekas jarum di kepala. Dan bagian tangan kanan patah," kata Maryam kepada awak media, Jumat (17/12/2021).
Padahal kata Maryam, saat dijemput Polda Sulsel, Andi Lolo masih sehat. Bahkan beredar sebuah foto dari pihak keluarga Andi Lolo tampak sangat sehat. Ia bahkan masih tersenyum lebar.
Keluarga mengklaim foto itu diambil sesaat sebelum Andi Lolo meninggalkan Lapas Bollangi dijemput Polda Sulsel.
"Kemarin dia kasi kabar, dia maumi lepas tahun depan, tapi dia rahasiakan bulan berapa, terus awalnya keluar dari Lapas sehat sehat ji. Tapi kenapa pas meninggal sekujur tubuhnya itu sudah penuh luka," ujarnya
Senada dengan Kuasa Hukum keluarga Andi Lolo, Muhammad Abduh menjelaskan, bahwa kliennya dalam kondisi sehat saat dibawa penyidik Polda Sulsel. Namun setelah tewas, terdapat luka lebam di bagian dada, tangan, dan leher di tubuh Andi.
"Ada foto yang beredar saat penjemputan keadaan sehat. Namun, saat jenazah dilihat ternyata ada begitu banyak luka lebam di tubuh korban. Sehingga kami menduga keras adanya tindakan kekerasan yang terjadi kepada korban," ujar Abduh.
Abduh mendesak kasus kematian Andi usai dijemput polisi diusut tuntas. Ia khawatir kepercayaan masyarakat merosot jika kasus ini tak diungkap oleh Polda Sulsel dan Kemenkumham.
"Apabila kasus ini tidak diusut dengan maksimal instansi Lapas Bollangi dan kepolisian akan kehilangan kepercayaan," ujarnya.
Sebelumnya Andi Lolo, warga Binaan Lapas Kelas II A Bollangi Kabupaten Gowa meninggal usai dijemput aparat Polda Sulsel untuk diperiksa. Kabarnya Andi Lolo diperiksa untuk mengembangan kasus narkoba.
Andi Lolo adalah warga binaan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Pinrang beberapa tahun yang lalu. Ia dihukum 15 tahun penjara. Saat ini ia telah menjalani masa hukuman 6 tahun.
Sementara itu, Plt Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ade Indrawan yang dikonfirmasi terpisah juga membenarkan perihal kematian warga binaan itu.
Kata dia, pihaknya melakukan peminjaman napi tersebut dalam hal kepentingan pengembangan kasus narkoba yang terjadi sebelumnya dan ditangani oleh jajaran Ditnarkoba Polda Sulsel.
"Benar, peminjaman napi itu dilakukan dalam hal kepentingan pengembangan kasus narkoba yang terjadi sebelumnya. Itu telah ditangani Ditnarkoba Polda Sulsel," ujar Kombes Pol Ade kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (17/12/21) pagi.
Adapun penyebab kematiannya, kata Kombes Ade, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari pihak Bid Dokkes Polda Sulsel.
"Untuk penyebab kematian kami masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan kemarin," ungkapnya
Lebih jauh, polisi berpangkat Komisaris Besar Polisi ini pun menambahkan, bahwa pihaknya akan komitmen sesuai arahan Kapolri. Jika dalam hasil penyelidikan terbukti ada oknum aparat yang bertindak di luar SOP terkait penanganan kematian warga Lapas ini, maka akan ditindak sesuai dengan kode etik Kepolisian.
"Pasti ditindak, itu sesuai komitmen Kapolri dan Polda jajaran, apabila ada aparat yang diluar SOP dalam bertugas. Maka tidak akan mentolerir kesalahan dalam pelaksanaan tugas," tegasnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
