GOWA, PEDOMANMEDIA - Duel maut dua bersaudara terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan. Kakak-beradik terlibat baku hantam hingga menewaskan sang adik.
Peristiwa berdarah ini terjadi di
Lingkungan Sela, Kelurahan Kalaserena, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, pada Jumat (24/12/2021) malam. Seorang warga bernama Manru Daeng Parurung (58) terlibat perkelahian dengan adiknya Mappa Daeng Tayang (50).
Kapolsek Bontonompo AKP Totok mengungkapkan, korban tewas dengan luka para di wajah akibat hantaman batu. Ia dinyatakan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Benar, kejadiannya tadi malam. Terduga pelaku (Manru) nekat menghabisi adiknya sendiri (Mappa) dengan menghantam menggunakan batu dan balok kayu," ujar Totok kepada PEDOMANMEDIA, Sabtu (25/12/2021).
Dia mengungkapkan keributan ini dipicu sengketa tanah warisan. Kejadian itu bermula saat sang Mappa mendatangi kakaknya, Manru dengan membawa sebuah balok kayu. Mappa ngamuk dan melontarkan kata-kata kotor kepada Manru.
Keduanya sempat terlibat cekcok. Manru berusaha menenangkan Mappa. Tapi bukannya tenang, Mappa justru makin gelap mata.
Ia menghantam kakaknya menggunakan balok hingga tersungkur. Tak terima perlakuan sang adik, Manru meraih sebuah batu dan menghantam balik berulang kali.
"Korban akhirnya terjatuh saat dihantam balik oleh pelaku dengan batu. Ia dihantam di bagian wajah dan kepala berulang kali. Sampai dia ambruk," ungkap Totok.
Tak sampai di situ, kata Totok, dalam kondisi korban tak berdaya, Manru kembali mengambil balok kayu. Lalu menghantam betis dan kaki Mappa.
"Jadi usai menghantam gunakan batu, pelaku ini lagi merampas balok kayu itu dan menghantam balik ke adiknya ke bagian kaki dan betis hingga akhirnya meninggal dunia," jelas Totok.
Usai kejadian itu, lanjut dia, pihak Binmas dan Babinsa setempat yang menerima laporan akhirnya mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan terduga pelaku. Kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Bontonompo.
Sementara korban sempat dilarikan ke RS terdekat di perbatasan Takalar-Gowa. Namun nyawanya tak tertolong. Ia meninggal dalam perjalanan.
"Pelaku sementara kita amankan di Mapolsek dan akan diteruskan ke Polres Gowa untuk menjalani pemeriksaan," ujarnya.
Dari hasil interogasi, kata Totok, pelaku mengaku membela diri saat korban datang mengamuk dan menghajarnya dengan balok. Manru sebut Totok, sudah berusaha menenangkan adiknya. Namun korban makin kalap.
"Akhirnya mereka ribut dan korban yang sudah emosi menghantam kakaknya dengan balok. Lalu perkelahian mereka berlanjut dan adiknya tewas," jelasnya.
Keributan itu sendiri dipicu persoalan tanah warisan. Di mana korban kata Totok, masih sering menuntut tanah warisan peninggalan orang tuanya yang sudah dibagi rata.
Korban menurut pengakuan Manru, merasa tidak puas dengan bagian yang ia dapat.
BERITA TERKAIT
-
Polisi Bekuk 7 Pelaku Curanmor di Gowa, 23 Sepeda Motor Disita
-
Operasi Pekat 2025, Polres Gowa Amankan 270 Pelaku Kejahatan
-
Polisi: Gadis Ditemukan Tewas di Sawah Gowa Dibunuh Pacar, Sedang Hamil
-
Annar Sampetoding Diperiksa Hingga Subuh Terkait Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin
-
2 ASN Sulbar Ditangkap Terkait Sindikat Uang Palsu di UIN Alauddin