Kamis, 13 Januari 2022 18:20

Sesalkan Kadisdik Makassar, Orang Tua Siswi Korban Kekerasan Lapor Polisi

Andi Idris dan istri, orang tua AI, siswi korban kekerasan.
Andi Idris dan istri, orang tua AI, siswi korban kekerasan.

Sikap Kadisdik Makassar seakan-akan mau menutupi kasus kekerasan yang dialami putrinya.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA -  Andi Idris, ayah dari AI, siswi Makassar yang menjadi korban kekerasan akhirnya melaporkan kasus yang menimpa putrinya ke Polrestabes Makassar. Andi Idris mengaku anaknya saat ini dalam kondisi trauma.

Ia juga merasa keberatan dan kecewa atas pernyataan Kadisdik Makassar Muhyiddin yang menganggap video kekerasan atas putrinya itu hanyalah sebuah konten. Menurut Idris, asumsi yang disampaikan Kadisdik sangat tidak relevan.

Idris mengatakan, kondisi putrinya saat ini masih syok. Ia banyak mengurung diri.

Baca Juga

"Dia tak mau keluar rumah, apalagi ke sekolah. Kami orang tua sangat kecewa atas statemen Kadisdik Makassar yang menyatakan ini bahwa ini sebuah konten lucu. Korban adalah putri kami. Ini bukan konten. Ini murni tindakan kekerasan," ujar Andi Idris, Kamis (14/1/2021).

Ia mengatakan, sikap Kadisdik Makassar seakan-akan mau menutupi kasus kekerasan yang dialami putrinya.

"Ini fakta kekerasan yang dialami oleh putri kami. Kadisdik tidak pantas melontarkan statemen begitu," ketusnya.

Saat ini orang tua korban telah melaporkan PA sebagai pelaku yang memukuli AI dalam video yang viral tersebut.

"Ini ada fakta, kami sudah ada tidak lanjut ke (proses) hukum. Sudah ada laporan polisi sebelum statement yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan," terangnya.

"Jadi malamnya setelah kami dapat info kekerasan ini kami upayakan laporan hukum ke pihak Polrestabes dan istri saya sudah diambil (BAP-nya) setelah besoknya baru Kadisdik datang ke sekolah SMPN 21 membuat statement bahwa ini sebuah konten," sambungnya.

Diketahui, belum lama ini video viral mempertontonkan sejumlah siswi menjambak rambut dan memukuli kepala temannya. Mereka merupakan Siswi SMPN 13 Makassar dan SMPN 21 Makassar.

Kadisdik Kota Makassar Muhyiddin telah bertemu dengan korban, keluarga kedua belah pihak dan pihak sekolah untuk mengklarifikasi insiden di SMPN 21 Makassar di Jalan Minasa Karya, Selasa (11/1/2022) itu. Muhyiddin mengaku masalah tersebut telah selesai. Ia mengklaim video yang beredar bukan video kekerasan. Melainkan hanya konten lucu.

“Ini adalah konten. Karena setelah kami klarifikasi ke orang tua, ini ada konten lucu-lucunya. Saat melakukan itu kan ada jeda makan minum, lalu lanjut. Yang terjadi kan tidak ada babak belur,” jelas Muhyiddin.

“Yang membuat konten ini adalah siswa SMP 21 semua. Mereka kelas 8, satu kelas semua. Tidak ada bully. Yang membuat konten juga itu menganggapnya lucu-lucu,” imbuhnya.

Penulis : Nurjannah
Editor : Muh. Syakir
#Kadisdik Makassar Muhyiddin #Kekerasan Siswi Makassar
Berikan Komentar Anda