Kamis, 13 Januari 2022 22:24

Kadisdik Makassar Minta Maaf Soal Statemen 'Video Kekerasan Konten Lucu'

Salah satu potongan video kekerasan siswi SMP di Makassar.
Salah satu potongan video kekerasan siswi SMP di Makassar.

Setelah pernyataan protes dari orang tua korban siang tadi, Muhyiddin akhirnya memberi klarifikasi. Ia menyampaikan permohonan maaf.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya soal video kekerasan siswi yang disebutnya konten lucu. Muhyiddin mengakui ada miskomunikasi yang melatari semuanya.

"Ini terjadi miskomunikasi. Kami minta maaf kepada orang tua siswa. Ini kan dikagetkan kita setelah beredarnya video. Setelah video ini viral, ada salah satu siswa ini membuatkan konten di media sosial sehingga tersebar. Makanya saya katakan konten dan inilah yang menjadi konsumsi publik," ujar Mahyuddin, Kamis (13/1/2021).

Sebelumnya Muhyiddin mengatakan tak ada kekerasan terhadap IA. Video IA yang dijambak temannya adalah konten lucu yang sengaja dibuat.

Baca Juga

Statemen Muhyiddin kemudian disanggah orang tua IA, Andi Idris. Idris menyesalkan pernyataan Muhyiddin yang dinilai terkesan menyederhanakan persoalan.

Andi Idris akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Makassar. Ia mengatakan, putrinya saat ini sedang mengalami trauma.

Setelah pernyataan protes dari orang tua korban siang tadi, Muhyiddin akhirnya memberi klarifikasi. Ia menyampaikan permohonan maaf atas statemennya itu.

"Tapi tidak ada maksud menutupi kasus itu. Saya mohon maaf kepada orang tua," ungkapnya.

Ia menjelaskan, aksi kekerasan tersebut terjadi pada Jumat 7 Januari lalu. Namun baru viral Senin,10 Januari kemarin.

"Kejadianya itu saat hari Jumat. Pada hari itu juga diselesaikan oleh guru BK-nya. Jadi saat itu siswa sudah didamaikan. Jadi tidak ada masalah," jelasnya.

Setelah itu, kata Muhyiddin hari Senin disdik mengundang orang tua siswa. Hari itu juga langsung digelar konferensi pers terkait hasil klarifikasi pihaknya.

Muhyiddin kembali menjelaskan, awal mula kejadian tersebut siswi SMP 21 Makassar saling mengejek. Mereka kemudian bertemu dan terjadilah aksi kekerasan.

"Mulanya anak-anak ini saling mengejek. Namanya anak-anak kelas 2 SMP labil biasanya anak itu berawal saling mengejek. Akhirnya terjadilah perkelahian antarmereka," pungkas Muhyiddin.

Penulis : Nurjannah
Editor : Muh. Syakir
#Kadisdik Makassar Muhyiddin #Konten Kekerasan Siswi
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer