TAKALAR, PEDOMANMEDIA - Tim penyelidik Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel mengendus dugaan penyimpangan puluhan proyek rehabilitasi sekolah di Kabupaten Takalar. Penyelidik akan memulai pemeriksaan dalam waktu dekat.
Kasus ini diusut lantaran adanya dugaan mark up dalam pengerjaan. Proyek menelan anggaran puluhan miliar.
Indikasi penyidik semakin kuat pascaambruknya plafon SD Negeri 146 Bontokanang di Desa Bentang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, beberapa waktu lalu. Kejadian ini sungguh di luar perkiraan, lantaran sekolah tersebut baru saja direhab.
Para pegiat antikorupsi mendorong kasus ini mendapat prioritas.
"Kami sangat mengapresiasi Polda Sulsel yang bergerak cepat merespons aduan masyarakat. Kami minta agar penyidik memeriksa intensif ULP Kabupaten Takalar. Kami menduga ada persekongkolan dalam tender proyek ini, yang berimplikasi pada amburadulnya pekerjaan rehab sejumlah sekolah di Takalar," kata Direktur Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus) Muh Ansar, Senin (7/01/2022).
Menurut Muh Ansar, Laksus sebagai saksi pelapor sejak awal menemukan banyak kejanggalan dalam proses lelang proyek ini. Pihaknya menduga proyek rehab sejumlah sekolah tidak akan berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Bahkan yang dia ketahui ada beberapa proyek rehab yang tidak selesai pekerjaannya sampai batas waktu yang ditentukan. Ia menyebutkan, ada beberapa rekanan yang terpaksa harus diblacklist.
"Ini menggunakan uang negara yang cukup besar. Kami minta penyidik untuk menyeret semua yang terlibat ke hadapan hukum. Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas," tukasnya.
BERITA TERKAIT
-
Surati Kejagung, Laksus Minta Kasus Korupsi Bibit Nanas di Kejati Sulsel jadi Atensi
-
PLN UIP Sulawesi-Polda Sulsel Siap Kolaborasi Dukung Proyek Strategis Nasional
-
Aktivis: Polda Sulsel Harus Tangkap Owen
-
Polda Sulsel-BNN Diminta Usut Dugaan Aliran Duit Bandar Narkoba Owen ke Bupati Torut
-
Laksus Laporkan Kongkalikong 9 Tender Proyek di Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulsel